Catat! Migrasi TV Analog ke Digital Mulai 31 April 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate memundurkan migrasi televisi analog ke digital tahun depan. Hal ini dilakukan mengingat adanya situasi pandemi covid-19.

“Analog Switch Off (ASO) akan dilakukan dalam 3 tahap dari semula 5 tahap. Dimulai dari 31 April 2022, akhir Agustus, dan awal November 2022,” kata Jhonny saat konferensi pers virtual di Youtube channel Kemkominfo TV.

Jhonny menyebut bahwa kebijakan tersebut masih sesuai amant Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker). Beleid sapu jagat sektor perekonomian tersebut mengamanatkan migrasi digital paling lambat 2 November 2022.

Jhonny dan jajarannya sedang menyiapkan payung hukum kebijakan tersebut. Adapun aturan tersebut akan dikeluarkan sebelum 17 Agustus 2021. “Untuk payung hukumnya, kemungkinan segera dikeluarkan minggu ini sebelum tanggal 17 Agustus 2021,” katanya.

Rencana awal migrasi televisi analog ke digital akan dilaksanakan pada 17 Agustus 2021. Kebijakan itu rencananya akan diterapkan di Aceh, Riau, Banten, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Adapun pertimbangan mengubah siaran televisi analog ke digital tak lain untuk meningkatkan kualitas siaran lebih bersih dan jernih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini