Cerita Horor Penjara Alcatraz, dari D-Block hingga Hantu Abie Maldowitz

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW YORK  – Selama 29 tahun beroperasi sebagai penjara federal, mulai 1934 hingga 1963, penjara terkejam dan terketat sepanjang sejarah dunia, Alcatraz menyimpan banyak cerita horor yang dijamin bikin merinding.

Penjara di sebuah pulau ini benar sudah ditinggalkan sejak lama. Namun, kisah-kisah misteri yang meliputinya masih saja menjadi legenda hingga saat ini.

Wajar, banyak pembunuhan dan pembantaian tahanan terjadi di penjara yang terletak di Teluk San Francisco, California, AS ini. Sehingga, tak heran jika banyak yang menyaksikan sosok-sosok hantu berkeliaran, meneror para tahanan dulunya.

Berikut, sederet kisah seram dari balik penjara Alcatraz.

1. D-Block yang Dihindari Para Napi

D Blocks, sel penjara Alcatraz
D Blocks, sel penjara Alcatraz

Di Alcatraz, ada satu tempat yang paling menakutkan tidak hanya bagi para para napi, termasuk juga sipir penjara yakni sel isolasi yang terletak di D-Block. Tahun 1940-an, seorang napi mendapat hukuman masuk dalam sel bernuansa dingin ini.

Setelah masuk di dalam ruangan, ia kemudian berteriak, namun para sipir mengabaikannya. Keesokan harinya, napi itu tewas dengan wajah ketakutan. Hasil otopsi menunjukkan, napi itu meninggal karena cekikan. Apakah ia bunuh diri atau mendapat siksaan lagi dari tahanan atau sipir penjara? Lalu siapa yang mencekiknya? Ini masih misteri.

2. Hantu Abie Maldowitz

Di ruang cuci di C-Block, seorang paranormal bernama Sylvia Brown melakukan penelitian dan merasakan sesuatu yang jahat berada di ruangan tersebut. Ia menggambarkannya sebagai pria botak berbadan tinggi.

Ternyata sosok itu serupa dengan mantan napi bernama Abie Maldowitz ‘Si Jagal’. Maldowitz mati di ruangan tersebut karena mendapat siksaan tahanan lain. Abie saat itu memberikan ancaman akan meneror siapapun yang menganggunya.

3. Teriakan dari Bawah Tanah

Sebelum menjadi penjara federal, Alcatraz adalah sebuah benteng militer tempat tersadis bagi para narapidana. Di bawah A-Block, ada sebuah penjara bawah tanah, tempat para tahanan mendapat siksaan tanpa ampun. Penyiksaan terhadap para narapidana ini sangat sadis dan kejam.

Rupanya, jiwa-jiwa yang mati tersiksa itu menjadi penunggu di penjara bawah tanah. Para pemburu hantu ketika memasukinya, menyebut ada banyak teriakan mengerikan, yang kemungkinan berasal dari para arwah tahanan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Deregulasi dan Kemudahan Berusaha untuk Mendorong Investasi

Oleh : Antonius UtomoMenghadapi tantangan ekonomi global yang kian kompetitif, langkah pemerintah mempercepat deregulasi dan kemudahan berusaha menjadi sebuah keharusan strategis, bukan lagi sekadar pilihan. Gelombang kebijakan baruyang meluncur beberapa bulan terakhir menandai babak baru dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonominasional. Kendati demikian, efektivitas dari pemangkasan birokrasi ini akan sangat bergantung pada konsistensipengawasan di tingkat daerah, tempat di mana komitmen investasi tersebut benar-benar diuji di lapangan.Langkah deregulasi dinilai menjadi strategi krusial karena hambatan investasi di Indonesia tidak pernah tunggal. Persoalannya tidak hanya berkaitan dengan seberapa besar insentif fiskal yang ditawarkan, tetapi juga menyangkutkompleksitas regulasi dan proses birokrasi yang panjang serta tumpang tindih. Oleh karena itu, pemerintah kinidituntut untuk memastikan bahwa setiap regulasi yang diterbitkan mampu memberikan kepastian hukum yang kokoh, sekaligus mendukung percepatan realisasi investasi di berbagai sektor strategis secara nyata.Aksi nyata dari komitmen ini salah satunya ditunjukkan oleh Kementerian Perdagangan melalui penerbitan aturankembar, yaitu Permendag Nomor 5 dan Nomor 6 Tahun 2026. Regulasi anyar di bidang ekspor ini sengajadiluncurkan untuk mempercepat deregulasi dan memberikan karpet merah bagi kemudahan berusaha, khususnyapada sejumlah komoditas strategis seperti timah, batu bara, serta minyak dan gas bumi.Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa penerbitan kedua Permendag tersebut merupakan bagiandari upaya masif pemerintah dalam menyederhanakan proses ekspor. Melalui aturan ini, pemerintah melakukanrelaksasi terhadap sejumlah ketentuan lama dengan mengurangi dokumen larangan dan pembatasan (lartas), menghapus beberapa kewajiban administratif yang berbelit, serta memangkas hambatan perizinan yang selama inidikeluhkan memperlambat perputaran roda usaha. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak efisiensi industriekspor sekaligus meningkatkan taji pelaku usaha Indonesia di tengah sengitnya dinamika perdagangan global.Namun, menyederhanakan regulasi di tingkat kementerian saja tentu tidak cukup. Menyadari ego sektoral yang sering kali menjadi batu sandungan, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah taktis dengan membentukSatuan Tugas (Satgas) Percepatan Deregulasi. Pembentukan satgas ini dinilai sangat mendesak untuk menyisir dan memangkas berbagai regulasi serta perizinan berusaha yang selama ini dinilai terlalu berlapis dan membingungkaninvestor.Keberadaan satgas deregulasi ini diyakini dapat menjadi jembatan yang memperbaiki arus investasi nasional, dengan catatan, mereka mampu bertindak tegas menghapus aturan yang tidak efektif dan mempercepat jalurkoordinasi horizontal antar-kementerian maupun koordinasi vertikal dengan pemerintah daerah. Dengan birokrasiyang lebih ramping, investor akan memperoleh kepastian hukum dan kepastian waktu yang jauh lebih baik. Imbaspositifnya, minat untuk menanamkan modal di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini