Catat! Ini Jenis Masker yang Bisa Melindungi dari Varian Delta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Varian delta saat ini sudah menyebar di beberapa daerah di Indonesia. Varian yang terdeteksi di India ini dinyatakan lebih menular dari virus corona Sars-CoV 2 penyebab covid-19. Untuk itu, setiap orang wajib melindungi diri dengan protokol kesehatan dan vaksinasi. Salah satu prokes paling dasar ialah disiplin menggunakan masker.

Dikatakan oleh dr Scott Gottlieb, mantan komisaris Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), menggunakan masker juga ada aturannya karena tidak bisa sembarangan. Kualitas masker sangat penting, terlebih lagi di kondisi saat ini ketika Varian Delta lebih menular dan sudah mendominasi persebaran kasus covid-19.

Lalu untuk proteksi terhadap paparan Varian Delta, masker jenis apa yang paling optimal memberikan perlindungan? Dokter Scott sendiri menyarankan untuk memakai masker jenis KN95 atau N95.

“Kualitas masker itu penting. Jadi jika Anda bisa mendapatkan masker KN95 atau N95, itu akan memberi Anda lebih banyak perlindungan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, berbeda dengan masa awal pandemi ketika terjadi kelangkaan masker, saat ini masker sudah jauh lebih banyak tersedia dengan berbagai ragam, maka itu ia mengingatkan untuk tidak sembarangan membelinya. Pasalnya, kualitas dari masker benar-benar harus diperhatikan dengan baik.

Adapun masker jenis KN95 atau N95 diketahui dirancang memang menyaring 95 persen partikel yang beredar. Saat ini Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan agar masker jenis N95 diprioritaskan sebagai APD untuk para tenaga kesehatan.

Selain nakes, CDC juga merekomendasikan orang-orang yang termasuk pekerja esensial dan para pekerja yang secara rutin memakai masker sebelum pandemi untuk terus memakai masker N95.

Terkait masker jenis tertentu yang dinilai bisa memberikan proteksi lebih baik dalam melawan Varian Delta. Saat ini diketahui CDC juga belum mengeluarkan panduan spesifik yang menunjukkan bahwa masker tertentu mungkin menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap Varian Delta.

CDC menyarankan untuk memilih masker dengan dua atau lebih lapisan kain yang dapat dicuci dan bernapas yang sepenuhnya bisa menutupi hidung serta mulut. Masker harus pas di sisi wajah tanpa celah, dan memiliki kawat hidung untuk mencegah bocornya udara dari atas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini