Bursa 19 Juni, Beli Saham BRI, BNI dan Bank Mandiri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau tolok ukur perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi akan melanjutkan pelemahan pada Jumat, 19 Juni 2020. Kemarin, IHSG ditutup melemah 1,25 persen di level 4.925,25.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta memprediksi laju IHSG akan bergerak dengan support di kisaran 4.865,27 hingga 4.778,71. Sementara resistance di kisaran 4.975,54 hingga 5.097,14.

Ia mengatakan, pelemahan indeks terlihat dari indikator MACD berpotensi membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

“Di sisi lain, terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke support terdekat.” ujarnya Kamis sore.

Nafan pun menyertakan sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

1. BBNI, Daily (4500) (RoE: 15.05%; PER: 4.95; EPS: 919.48; PBV: 0.74; Beta: 2.06): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 4430 – 4510, dengan target harga di level 4650, 5350, 6025 dan 6675. Support: 4350 & 4120.

2. BBRI, Daily (3050) (RoE: 17.58%; PER: 11.63x; EPS: 267.40; PBV: 2.40x; Beta: 1.44): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 3000 – 3050, dengan target harga secara bertahap di level 3230 dan 3520. Support: 2900.

3. BMRI, Daily (4820) (RoE: 17.27%; PER: 7.19x; EPS: 685.36; PBV: 1.24x; Beta: 1.47): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 4780 – 4820, dengan target harga secara bertahap di level 5175, 5600, 6575 dan 7550. Support: 4630.

4. BSDE, Daily (815) (RoE: 3.21%; PER: 15.16x; EPS: 54.08; PBV: 0.49x; Beta: 1.65): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 790 – 820, dengan target harga secara bertahap di level 845, 915, 1080 dan 1245. Support: 790 & 750.

5. INTP, Daily (11650) (RoE: 7.95%; PER: 24.75x; EPS: 496.03; PBV: 1.96x; Beta: 1.39): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 60 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 11075 – 11675, dengan target harga secara bertahap di level 12500, 13100, 13900, 15750 dan 17600. Support: 11075 & 10200.

6. MEDC, Daily (470) (RoE: -2.02%; PER: -22.60x; EPS: -21.24; PBV: 0.46x; Beta: 2.65): Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 466 – 472, dengan target harga secara bertahap di 494, 525, 595 dan 665. Support: 440.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini