Bupati Sleman Dampingi GKR Hemas Resmikan Gedung Gambuh

Baca Juga

Mata Indonesia, Sleman – RSU Sakina Idaman telah menyelesaikan pembangunan “Gedung Gambuh” yang merupakan Geriatric Center dan Rehabilitasi Medik. Peresmian Gedung Gambuh dilakukan oleh Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, dengan didampingi Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada Kamis (21/5) di RSU Sakina Idaman.

GKR Hemas pada acara tersebut menyampaikan apresiasi atas pembangunan Gedung Gambuh. Layanan itu dikatakan menjadi impian bagi para lansia. GKR menjelaskan, penanganan pada usia lanjut membutuhkan penanganan khusus, yang berbeda dengan anak muda. Sehingga diperlukan dokter spesialis yang bisa menangani lansia dengan baik.

“Penanganan terhadap pasien usia lanjut memang perlu perhatian khusus. Seperti yang saya alami sendiri, berbagai keluhan kesehatan yang timbul memang berbeda dengan anak muda atau yang paruh baya. Apalagi kalau lansia periksa, pasti senang cerita dengan dokternya, itu biasa dilakukan lansia,” ujar GKR Hemas.

Di sisi lain GKR Hemas berharap, RSU Sakina Idaman juga dapat memfasilitasi Kesehatan Ibu dan Anak, termasuk berpartisipasi dalam pencegahan kasus stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting berada di 16,4% pada tahun 2022. Dan untuk targetnya, pada tahun 2024 nanti, prevalensi ini bisa turun hingga 14%.

Sejalan dengan GKR Hemas, Bupati Kustini turut memberikan dukungan terhadap lahirnya Gedung Gambuh. Bupati berharap RSU Sakina Idaman dapat terus memberikan kontribusi bagi masyarakat Sleman dalam mengakses fasilitas kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

“Kami berharap, keberadaan RSU Sakina Idaman dapat menjadi mitra Kabupaten Sleman dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Sehingga dapat
memberikan pertolongan kesehatan dengan cepat dan efisien bagi pasien,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman terus memberikan perhatian lebih pada kesehatan masyarakat. Hal ini selaras dengan misi Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Direktur RSU Sakina Idaman, Dr. Nur Muhammad Artha, M.Sc, M.Kes, Sp.A., mengatakan pembangunan Gedung Gambuh dilatarbelakangi dengan tingginya jumlah lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan keberadaan Gedung Gambuh, Artha berharap dapat menjadi pusat layanan kesehatan yang meningkatkan kesehatan lansia di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami berharap bisa memberikan manfaat semua warga di DIY terutama bagi lansia, sehingga mereka bisa menjadi lansia yang sejahtera lahir maupun batin,” ujar Artha.

Gedung yang dibangun di atas lahan seluas 1.800 meter persegi itu, tak hanya dilengkapi dengan fasilitas terapi gym untuk lansia, namun juga terdapat fasilitas sensori integrasi, dan terapi wicara untuk anak. Dengan fasilitas tersebut, diharapkan manfaat yang diberikan dari Gedung Gambuh dapat dirasakan lebih luas bagi lansia, ibu, maupun anak-anak.

Artha menambahkan, RSU Sakina Idaman juga memberikan layanan komprehensif, salah satunya dengan pelayanan homecare dan menyedikan antar jemput gratis. Dengan demikian, pihaknya berharap dapat meningkatkan perhatian kepada lansia sekaligus meningkatkan kesejahteraan batin lansia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini