Bupati Mamberamo Raya Segera Ditangkap karena Korupsi Dana Covid-19 Rp 3 Miliar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pihak kepolisian segera menangkap Bupati Mamberamo Raya Dorinus Dasinapa terkait kasus korupsi dana Covid-19 pada tahun anggaran 2020 sebesar Rp 3.153.100.000. Dorinus pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, pihaknya sedang mengajukan surat ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk melakukan penangkapan.

Agus mengatakan, jika nantinya sudah mendapatkan izin dari Mendagri, maka polisi akan segera melakukan penahanan. Karena menurutnya untuk melakukan penahanan terhadap seorang kepala daerah, mesti adanya izin terlebih dahulu terhadap Mendagri.

“Setahu saya masih (ada) ya (izin untuk penangkapan),” ujarnya, Kamis 15 Juli 2021.

Ia juga mengungkapkan alasan menunggu izin dari Mendagri untuk melakukan penangkapan demi kelancaran proses hukum. “Apalagi kalau nanti ditahan, untuk kelancaran proses hukumnya,” katanya.

Asal tahu saja, Bupati Mamberamo Raya Dorinus Dasinapa ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Covid-19 pada tahun anggaran 2020 sebesar Rp3.153.100.000. Dana itu diambil dari alokasi dana pemda senilai Rp 7.257.600.000,00 untuk penanganan Covid-19. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan ditemukan dugaan dana itu digunakan untuk biayai pilkada.

Menurut Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri beberapa waktu lalu, penetapan tersangka tersebut setelah penyidik melakukan dua kali gelar perkara di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.

Sebelumnya, penyidik sudah menahan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mamberamo Raya berinisial SR. Bahkan terbuka kemungkinan akan ada penambahan tersangka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini