Bukan Gempa, BMKG Sebut Dentuman Jakarta Minggu Malam Akibat Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTADentuman keras yang terdengar Minggu 20 September 2020 antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, menurut dugaan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) karena petir yang terjadi di Gunung Salak Bogor.

Hal itu diungkapkan Kepala bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono melalui pernyataan tertulisnya, yang dikutip Senin 21 September 2020.

“Hasil monitoring petir oleh BMKG menggunakan peralatan lightning detector menunjukkan adanya beberapa aktivitas petir yang terjadi di sekitar Gunung Salak Bogor antara pukul 19.00 hingga 21.00 WIB,” begitu pernyataan Daryono.

Sementara pada waktu-waktu tersebut, menurut Daryono, BMKG tidak mencatat adanya aktivitas seismik di sekitar Jakarta.

Hal itu sesuai dengan laporan sensor gempa yang terpasang di Citeko, Bogor dan Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Fakta-fakta tersebut yang membuat BMKG tidak menyimpulkan dentuman di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur bukan gempa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini