BPJS Kesehatan Pastikan Kesejahteraan dan Kepuasan Anggotanya Melalui Layanan Digital

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTABPJS Kesehatan saat ini memastikan kesejahteraan dan kepuasan anggotanya melalui layanan digital.

Sejumlah inovasi penyelenggaraan pelayanan administrasi dilakukan tanpa tetap muka seperti Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa), chat assistant JKN (Chika), voice interactive JKN (Vika), BPJS Kesehatan Care Center 165, dan mobile JKN.

Selain itu, terdapat layanan pengiriman pesan langsung ke akun media sosial resmi BPJS Kesehatan.

“BPJS Kesehatan selama pandemi Covid-19 mengembangkan penyelenggaraan pelayanan konsultasi via daring dengan dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama melalui aplikasi mobile JKN dan mobil JKN Faskes,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Jumat 26 November 2021.

Layanan itu menurut Ghufron telah memudahkan peserta BPJS Kesehatan untuk berinteraksi dengan dokter dan memudahkan pemantauan perawatan kesehatan mereka.

Inovasi pelayanan BPJS Kesehatan telah mendapat penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sebagai TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini