Boris Johnson Mundur Jadi PM Inggris, Nama-nama Calon Pengganti Mulai Bermunculan

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Boris Johnson memilih mundur sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris. Beberapa nama calon pengganti mulai bermunculan.

Runtuhnya dukungan telah mendorong beberapa Tories (anggota atau pendukung Partai Konservatif) mendesaknya untuk pergi mundur. Jadwal resmi pemilihan PM baru kabarnya akan diumumkan pekan depan dimana sudah ada beberapa kandidat bersaing.

Tidak ada batas waktu ditetapkan untuk pemilihan tersebut, tapi seorang pemimpin baru yang akan juga menjadi perdana menteri, diharapkan sudah terpilir pada Septmeber mendatang.

Jaksa Agung Suella Braverman dan anggota parlemen backbench Tom Tugendhat adalah satu-satunya anggota parlemen Tory yang mengonfirmasi bahwa mereka akan maju dalam pemilihan.

Dikutip dari BCC, kabarnya mantan menteri kesehatan Sajid Javid dan Menteri Transportasi Grant Shapps, yang merupakan bagian dari pemberontakan kabinet melawan Johnson, juga mempertimbangkan untuk maju.

Selain itu, ada nama-nama lain yang disebut akan bersaing di antaranya Menteri Luar Negeri Liz Truss, mantan kanselir Rishi Sunak dan mantan menteri luar negeri Jeremy Hunt.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini