Bomber Polrestabes Medan Sebut Nama Jokowi dalam Video YouTubenya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Pelaku bom bunuh diri Medan RMN pernah membuat konten YouTube yang menyebut nama Jokowi.

Konten video tersebut diunggah pada 2 Maret 2013 yang menggambarkan kondisi banjir di Jalan Jangka Medan. RMN dan beberapa remaja di situ membuat parodi seolah sedang meliput bencana tersebut.

Isinya berisi sindiran terhadap Jokowi-Ahok yang saat itu masih memimpin Jakarta. Video yang diberi judul “Jokowi datangi korban BANJIR di Medan (JANGKA)” memang agak sulit dipahami maknanya.

Namun, sepertinya memang ingin mendikreditkan Jokowi dan Ahok ketika itu yang berusaha meminimalisasi dampak banjir di ibu kota.

Setidaknya ada dua orang lain yang berperan pada video sindiran tersebut. Kedua remaja itu berperan sebagai Jokowi dan Ahok. Sedangkan RMN berperan sebagai jurnalis yang meminta tanggapan soal mengatasi banjir di Kawasan Jangka.

Konten video itu sudah ditonton 64.724 kali dengan banyak komentar yang ditulis tanggal 13 November 2019 atau setelah kejadian bom bunuh diri di Medan. RMN menuliskan nama-nama tim kreatif dalam pembuatan video tersebut di deskripsi video.

Selain itu ada pula nomor telepon, alamat email, dan laman blog pribadi yang ditulis pada deskripsi video.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini