Bocoran Makna dan Logo HUT ke-75 RI Tahun 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar gembira bagi seluruh masyarakat Indonesia, tema dan logo HUT ke-75 RI untuk 2020 telah diluncurkan lho. Kabar tersebut didapat dari surat edaran Menteri Sekretaris Negara bernomor B-27/M.Sesneg/Set/TU.00.04/01/2020.

Dalam surat yang dirilis pada 15 Januari 2020 lalu, Mensesneg Pratikno meminta para pimpinan lembaga negara, menteri, gubernur Bank Indonesia, panglima TNI, kapolri, dan pejabat kementerian untuk menyosialisasikan tema dan logo tersebut.

Ia juga meminta pimpinan lembaga non struktural, gubernur, bupati dan wali kota di seluruh Indonesia.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon kiranya Bapak/Ibu berkenan memperbanyak dan mensosialisasikannya di lingkungan kerja Bapak/Ibu serta membantu menyebarluaskan kepada masyarakat umum,” kata Pratikno.

Pembuatan logo HUT ke-75 RI itu memiliki relevansi dengan tujuan pada periode baru ini, yaitu pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Bentuk dan Makna
Bentuk dan makna logo Logo HUT tersebut berbentuk menyerupai perisai lambang Garuda Pancasila dengan tulisan “Indonesia Maju” di bawahnya. Logo Kemerdekaan ke-75 RI tahun 2020 ini menyimbolkan arti dari kesetaraan dan pertumbuhan ekonomi untuk rakyat Indonesia. Juga progres nyata dalam bekerja untuk mempersembahkan hasil yang terbaik kepada semua rakyat Indonesia.

Jenis Huruf
Tipografi Jenis font yang digunakan untuk semua aplikasi desain dan branding 75 tahun Indonesia adalah Monsterra typeface primer.

Warna logo
Warna latar belakang yang dapat digunakan adalah merah, putih, dan hitam. Dengan kode sebagai berikut:

Merah
C: 4%, M: 97%, Y: 93%, K: 0%,
R: 228, G: 44, B: 45
# E42C2D

Putih
C: 0%, M: 0%, Y: 0%, K: 0%
R: 255, G: 255, B: 255
# FFFFFF

Hitam
C: 0%, M: 0%, Y: 0%, K: 100%
R: 35, G: 31, B: 32
#231F20

Aplikasi logo dalam kombinasi warna dan berbagai latar belakang warna (Website Kementerian Sekretariat Negara setneg.go.id). Adapun soft copy tema dan logo peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020 beserta pedomannya dapat diunduh melalui laman resmi Kemensetneg, Instagram, Facebook dan Twitter.

Nah, di tautan tersebut juga terdapat panduan penggunaan logo, lengkap beserta contoh penggunaan logo. Bantu sebarin ke teman-teman dan orang-orang terdekatmu ya, guys!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini