Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam Saat Berwisata di Green Canyon Karawang

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG-Bocah 9 Tahun Tewas Tenggelam di Green Canyon Karawang. Peristiwa itu terjadi saat korban berwisata bersama orangtuanya pada Kamis 5 Mei 2022.

“Korban baru berusia 9 tahun, bernama Aditya, warga Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Karawang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang Yasin Nasrudin di Karawang, Jumat 6 Mei 2022.

Yasin menjelaskan kronologi korban tenggelam. Saat itu, korban tenggelam karena terlepas dari pegangan orangtuanya saat bermain di kawasan air terjun Green Canyon Karawang.

Tim penyelamat yang melakukan pencarian korban kemudian menemukan masih dalam kondisi kritis dan segera dibawa ke Puskesmas Cariu, Kabupaten Bogor, untuk mendapat perawatan. Namun nyawa korban tidak tertolong hingga meninggal dunia.

Kawasan wisata Green Canyon itu berada di titik perbatasan antara Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bogor.

Pada musim libur Lebaran tahun ini, objek wisata Green Canyon menjadi salah satu tempat wisata di wilayah Karawang selatan, Kabupaten Karawang, yang ramai dikunjungi pengunjung dari berbagai daerah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini