Bintang Arsenal, Mesut Oezil Kesal Kepada Muslim Dunia, Termasuk Indonesia?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Melalui akun twitter pribadinya, bintang Arsenal kelahiran Turki, Mesut Oezil, mengecam muslim seluruh dunia karena tidak melakukan pembelaan yang keras kepada penderitaan Muslim Uighur China.

Melalui akun twitternya, Oezil menyebutkan tidak ada sikap tegas untuk menuntaskan penderitaan mereka yang bermukim di timur Turkestan itu.

Oezil juga mengungkapkan para penindas kaum Uighur itu telah membakar kitab suci Al quran, menutup masjid-masjid, dan melarang madrasah. Dia juga menuding para pemuka Islam dibunuh satu per satu.

Namun, Oezil menilai umat Islam dunia seolah menutup mata atas penderitaan mereka. Dia mengingatkan menyetujui penyiksaan sama dengan melakukan penyiksaan itu sendiri.

Di akhir pernyataannya Oezil memohon doa kepada Allah SWT agar menolong Masyarakat Uigur keluar dari masalahnya itu.

“Oh, Tuhan, tolonglah saudara-saudara kami di Turkistan Timur,” ujarnya berdoa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini