Binda Sulsel Gelar Vaksinasi Lanjutan untuk Pelajar di Makassar

Baca Juga

MATA INDONESIA, MAKASSAR – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Selatan atau Binda Sulsel kembali melaksanakan vaksinasi lanjutan untuk para pelajar. Kegiatan ini dilakukan di SMPN 12, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Kota Makassar.

Kabinda Sulsel Brigjen TNI Dwi Suryatmodjo mengatakan, pihaknya menggelar vaksinasi dengan harapan impian pelajar untuk mengikuti pembelajaran tatap muka bisa segera terwujud.

“Harapannya pelajaran tatap muka bisa dimulai, itu harapannya,” ujarnya di Makassar, Senin 16 Agustus 2021.

Dwi menyampaikan, vaksinasi tersebut juga bertujuan membentuk herd immunity masyarakat. Pihaknya menargetkan 50 persen masyarakat Sulsel telah divaksinasi pada September 2021.

Selain menggelar vaksinasi pelajar, BIN juga mengadakan vaksinasi secara door to door. Total ada tiga lokasi vaksinasi door to door yang digelar BIN di Sulsel.

“Kita melaksanakan vaksinasi massal lanjutan di empat tempat. Yang pertama SMP 12, kemudian tiga door to door. Pertama Kecamatan Rappocini ada 100 sasaran, di Kecamatan Panakkukang 100 sasaran, di Kecamatan Tamalanrea 100 sasaran,” katanya.

Adapun BIN menggelar vaksinasi tahap pertama dosis kedua ini di 6 provinsi. Selain Sulsel, BIN juga menggelar vaksinasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Kalimatan Timur dan Banten.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini