BIN Terus Gencarkan Vaksinasi di Sulut

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANADO – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Utara atau Binda Sulut terus menggencarkan vaksinasi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka melaksanakan perintah Presiden untuk percepatan vaksinasi di akhir 2021 dan untuk mencapai target herd immunity sebesar 70 persen.

Kabinda Sulut, Laksma TNI Adriansyah, SE menjelaskan bahwa pihaknya terus berpacu melakukan percepatan vaksinasi di 9 Kabupaten/Kota. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak 12 November 2021 dan masih terus akan berjalan hingga akhir tahun yang ditargetkan menyasar 25.500 orang.

Saat ini, total target vaksinasi yang sudah tercapai sebanyak 10.500 orang dan ditargetkan di bulan Desember capaian vaksinasi sebanyak 15.000 orang.

“Maka, target vaksinasi di akhir tahun sebanyak 25.500 orang bisa tercapai,” ujarnya, Senin 22 November 2021.

Selanjutnya Binda Sulut mengerahkan tim taktis medical Intelligence yang bergerak secara mobile bekerja sama dengan Dinkes dan Puskesmas di wilayah kabupaten dan kota.

Adapun target sasaran vaksinasi adalah pelajar dan masyarakat di daerah yang capaian vaksinasinya masih kurang. Kegiatan vaksinasi digelar di sekolah sekolah di Kabupaten Kota termasuk menggunakan metode ‘door to door’ atau mendatangi rumah warga.

Tim taktis medical Intelligence BIN Daerah Sulut juga terus bersinergi dengan seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota, Dinas Kesehatan dan Puskesmas di beberapa kecamatan serta TNI dan Polri dalam upaya memutus mata rantai pandemi Covid-19 agar Indonesia Sehat, Indonesia Hebat.

Adriansyah juga menghimbau agar masyarakat mendukung program pemerintah dan ambil bagian dalam setiap kegiatan vaksinasi yang digelar di daerah masing masing.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pelajar yang belum melaksanakan vaksinasi agar segera melaksanakan vaksinasi, karena vaksinasi itu aman dan akan meningkatkan imunitas tubuh kita,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Keamanan sebagai Jalan Menuju Kesejahteraan

Oleh: Yonas Wenda*Stabilitas keamanan di Papua bukan sekadar kebutuhan jangka pendek, melainkanfondasi strategis bagi terwujudnya masa depan yang damai, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir, pendekatanyang dilakukan aparat keamanan menunjukkan arah yang semakin konstruktif, dengan menempatkan sisi kemanusiaan sebagai inti dari setiap langkah. Pendekatanini tidak hanya memperkuat rasa aman, tetapi juga membangun optimisme kolektifbahwa Papua sedang bergerak menuju fase baru yang lebih stabil dan penuhharapan.Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat kini semakin dirasakan sebagaibagian dari solusi, bukan sekadar instrumen penegakan hukum. Melalui patroli rutin, pengamanan aktivitas masyarakat, serta interaksi yang lebih humanis, negara menunjukkan komitmennya dalam melindungi seluruh warga tanpa terkecuali. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitassosial, ekonomi, dan keagamaan dengan lebih tenang, yang pada akhirnyaberdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup.Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwapendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Ia menyampaikan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga untuk memberikan rasa nyaman dan membangun kepercayaanmasyarakat. Pernyataan tersebut mencerminkan transformasi pendekatan keamananyang semakin adaptif terhadap kebutuhan sosial masyarakat Papua, di mana kepercayaan menjadi modal utama dalam menciptakan ketertiban yang berkelanjutan.Hal senada disampaikan oleh Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, AdarmaSinaga, yang menekankan pentingnya konsistensi kehadiran aparat di lapangan. Ia menyatakan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk ibadah, harus dapatberlangsung dengan aman sebagai bagian dari hak dasar warga negara. Konsistensiini menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah abai terhadap kondisi masyarakatPapua, melainkan terus hadir untuk memastikan rasa aman terjaga di setiap linikehidupan.Lebih dari itu, stabilitas keamanan yang terjaga juga memberikan dampak positifterhadap percepatan pembangunan di Papua. Dengan situasi yang kondusif, berbagai program pemerintah dapat berjalan lebih optimal, mulai dari pembangunaninfrastruktur, peningkatan layanan pendidikan, hingga penguatan sektor ekonomiberbasis masyarakat. Dalam konteks ini, keamanan dan pembangunan memilikihubungan yang saling menguatkan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini