BIN Percepat Vaksinasi di Wilayah 4T Bengkulu

Baca Juga

MATA INDONESIA, BENGKULU-Vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun dan lansia terus digenjot Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Bengkulu. Kali ini, Binda Gorontalo menyisir wilayah 4T (Terdalam, Terluar, Terpencil dan Tertinggal).

Binda Bengkulu menyediakan dosis lengkap untuk masyarakat yang divaksinasi. Mulai dari dosis pertama, dosis kedua, hingga dosis ketiga atau booster.

Kepala Binda (Kabinda) Bengkulu, Zulkarnain mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi di wilayah 4T sebagai tindak lanjut perintah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Dalam rangka menindaklanjuti perintah Presiden terkait percepatan vaksinasi, maka Binda Bengkulu menggelar vaksinasi primer (dosis pertama dan kedua), serta vaksinasi booster secara serentak,” ujarnya.

Selain wilayah 4T, kegiatan vaksinasi juga dilakukan secara terpusat di Mega Mall Bengkulu, di Jalan KZ Abidin II, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

“Gerai vaksinasi Mega Mall ini buka setiap hari. Diharapkan dapat meningkatkan capaian vaksinasi di Provinsi Bengkulu, serta menjadi indikator dalam rencana kebijakan peralihan dari pandemi ke endemi Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Binda Bengkulu juga melaksanakan vaksinasi di SDN 03 Mukomuko di Bandar Ratu, Kecamatan Mukomuko, Kabupaten Mukomuko.

Di sana, Binda Bengkulu menargetkan sebanyak 6.000 dosis untuk anak usia 6-11 tahun. Binda Bengkulu juga menggandeng seluruh faskes di Mukomuko untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia-Singapura dan Jalan Baru Kemitraan Investasi Strategis

Oleh: Ferry Permahadi)*Hubungan Indonesia dan Singapura selama beberapa dekade telah berkembangmenjadi salah satu kemitraan bilateral paling penting di kawasan Asia Tenggara. Selain karena kedekatan geografis, intensitas kerja sama yang terus meningkat juga menjadikan kedua negara memiliki kepentingan strategis untuk memperkuatkolaborasi jangka panjang.Di tengah dinamika ekonomi global yang dipenuhi ketidakpastian, penguatankemitraan bertujuan untuk membangun ekosistem investasi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, setiap kesepakatan strategis yang dihasilkan memiliki arti penting bagiarah pertumbuhan ekonomi kawasan.Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Singapura memasuki fase baru yang lebih konkret melalui berbagai kesepakatan yang dihasilkan dalam Leaders' Retreat bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Menurutnya, pertemuan tersebut menghasilkan puluhan kerja sama strategisyang mencakup berbagai sektor, mulai dari ekonomi, investasi, energi, pertahanan, hingga pengembangan sumber daya manusia.Ia memandang bahwa hubungan kedua negara bukan hanya menjaga komunikasidiplomatik, tetapi diarahkan untuk menghasilkan implementasi nyata yang mampumemperkuat daya saing ekonomi nasional. Berbagai kesepakatan yang dicapaimenunjukkan adanya komitmen bersama untuk menjawab tantangan global melaluikolaborasi yang saling menguntungkan.Presiden Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia memandang Singapura sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonominasional. Kepercayaan yang terus terbangun selama bertahun-tahun menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama pada sektor-sektor baru yang memiliki nilaitambah tinggi.Komitmen tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional. Sebab, ketika hubungan antarnegara dibangun di atas kepercayaandan kepastian kerja sama, iklim investasi akan menjadi lebih kondusif sehinggamampu mendorong masuknya modal baru yang mendukung penciptaan lapangankerja.Bagi Indonesia, kerja sama investasi bukan sekadar menghadirkan aliran modal, tetapi juga membuka akses terhadap teknologi, peningkatan kapasitas sumber dayamanusia, serta pengembangan industri bernilai tambah. Sebaliknya, bagi Singapura, Indonesia menawarkan pasar yang besar dan peluang investasi jangka panjang.Pandangan serupa disampaikan Perdana Menteri...
- Advertisement -

Baca berita yang ini