BIN Lanjut Vaksinasi untuk 137 Orang di Asmat

Baca Juga

MATA INDONESIA, ASMAT – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua atau Binda Papua kembali melakukan vaksinasi massal untuk masyarakat dan pelajar di Kabupaten Asmat pada Rabu, 29 September 2021. Kegiatan vaksinasi ini bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat.

Kegiatan yang berlangsung di SMA Yan Smith, Jln. Kembar, Distrik Agats, Asmat ini menargetkan 150 orang. “Namun yang berhasil mengikuti vaksinasi sebanyak 137 orang. Dengan rincian 74 orang vaksin tahap 1 dan 63 orang vaksin tahap 2. Sementara itu 13 orang tertunda karena hasil tensi tinggi dan tidak hadir,” ujar Dokter Umum Puskesmas Agats, dr. Maharani.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi ini perlu dilakukan agar bisa mempercepat pembentukan kekebalan bersama dan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Maharani juga melihat para peserta cukup antusias dengan kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan oleh Binda Papua. “Ini pertanda bahwa mereka peduli dengan kesehatan dirinya agar tidak terinfeksi Covid-19,” katanya.

Ia pun berharap kegiatan vaksinasi ini bisa membantu masyarakat setempat untuk bisa kembali beraktivitas secara normal dan sekolah-sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Untuk yang sudah divaksin diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan selama masa pandemi agar kita semua tetap aman dari penyebaran Covid-19,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini