BIN Kepri Gelar Vaksinasi untuk 1.181 orang di Pulau Terong Batam

Baca Juga

MATA INDONESIA, PULAU TERONG – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kepulauan Riau atau Binda Kepri melaksanakan vaksinasi lanjutan untuk pelajar dan masyarakat di Pulau Terong, Kelurahan Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam.

Total sasaran yang ditargetkan mengikuti vaksinasi sebanyak 1.181 orang, terdiri dari 880 masyarakat mendapat Vaksin Lanjutan dan 301 pelajar mendapat Vaksin Dosis I.

Menurut Kabinda Provinsi Kepri, Brigjen Pol. Riza Celvian Gumay, meski pelaksanaan vaksinasi dipusatkan di Pulau Terong, namun animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sangat tinggi.

“Peserta vaksinasi tercatat tidak hanya berasal dari Pulau Terong, tetapi juga pulau hinterland lainnya, seperti Pulau Teluk Kangkung, Pulau Teluk Sunti, Pulau Teluk Bakau, Pulau Pekasih, Pulau Geranting dan Pulau Tumbar,” ujarnya, Rabu 1 September 2021.

Selain itu, Binda Kepri juga melakukan vaksinasi bagi masyarakat rentan di Pulau Terong. Dengan tenaga kesehatan, mereka langsung melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk atau secara door to door.

Riza juga mengungkapkan kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan Binda Kepri terlaksana atas kerjasama dari berbagai pihak, yakni Pemerintah Kecamatan Belakang Padang, Polsek Belakang Padang, Dinas Kesehatan Kota Batam dan Bea Cukai Kota Batam.

“BIN akan terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi di wilayah Provinsi Kepri karena sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, BIN juga dilibatkan untuk mengejar capaian vaksinasi 100 persen demi terwujudnya herd immunity,” katanya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Camat Belakang Padang Yudi Admaji. “Kami mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih bisa dibantu oleh Binda Kepri. Ini juga sebagai bentuk hadirnya negara karena masyarakat pulau juga berhak mendapat fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Salah satu masyarakat Pulau Terong, Hidayu, yang juga mengikuti vaksinasi berterima kasih atas bantuan dari BIN kepada masyarakat.

“Alhamdulillah kami masyarakat dari Pulau Terong bisa mendapat pelayananan yang bagus untuk vaksin,” kata Ibu RT 01 RW 01 Kelurahan Pulau Terong tersebut.

Salah satu siswa kelas 10 SMAN 13 Pulau Terong yang mengikuti vaksinasi, Aidid Alfian juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran pemerintah yang membantu masyarakat pulau hinterland untuk mendapat vaksin.

“Diharapkan ke depannya pemerintah semakin memperhatikan pelajar di pulau-pulau di luar Kota Batam,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini