BIN Gencarkan Vaksinasi untuk 4 Wilayah di Sulbar

Baca Juga

MATA INDONESIA, MAMUJU – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Sulawesi Barat atau Binda Sulbar kembali melakukan vaksinasi Covid-19 massal di beberapa wilayah, Senin 13 Desember 2021.

Gerai vaksinasi yang digelar secara door to door di lingkungan masyarakat dan sekolah tersebut tersebar di empat Kabupaten, yakni Kabupaten Mamuju, Majene, Polewali Mandar dan Pasangkayu.

Salah satu lokasi vaksinasi di Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar dengan menarget 300 orang masyarakat desa.

Kabinda Sulbar, Sudadi mengatakan bahwa sampai sejauh ini Binda Sulbar sudah memvaksin lebih dari 30.000 warga, baik untuk dosis 1 maupun dosis 2.

“Ini menunjukkan antusias masyarakat Sulbar dalam mendukung upaya Pemerintah mengakhiri pandemi Covid-19. Olehnya itu kami kembali menambah 13.000 dosis vaksin pada akhir tahun 2021,” katanya.

Ia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulbar untuk mengikuti vaksinasi dosis lengkap dalam rangka mewujudkan kekebalan kelompok.

“Masyarakat tidak perlu ragu. Jangan terprovokasi dengan berita-berita hoax dan tidak berdasar mengenai vaksin. Percayakan itu semua kepada Pemerintah. Kita harus terus bergerak untuk keluar dari pandemi ini, caranya dengan menciptakan kekebalan kelompok,” ujarnya.

Sudadi juga mengingatkan, masyarakat yang sudah divaksin agar tidak mengabaikan protokol kesehatan. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir dan protokol kesehatan merupakan cara efektif mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

“Tetap mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumunan, serta sering mencuci tangan dengan antiseptik. Terapkan pola hidup sehat guna meningkatkan kekebalan tubuh,” katanya.

Sebelumnya, Binda Sulbar telah berhasil melakukan vaksinasi tahap pertama dengan menyasar 11.000 orang dan tahap kedua 20.200 orang pada periode Oktober-November.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini