BIN Gelar Vaksinasi Lanjutan di Tubaba, Sasar 5.500 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, TUBABA – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Lampung atau Binda Lampung melanjutkan vaksinasi tahap II di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) pada Selasa 19 Oktober 2021. Vaksinasi ini dilaksanakan di SMKN 1 Tulangbawang Tengah (TBT) dan beberapa titik lokasi door to door (DTD) dengan target vaksinasi 5.500 dosis vaksin.

Kegiatan vaksinasi tersebut juga dipantau langsung oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo melalui Virtual Zoom dan melibatkan 160 tenaga kesehatan vaksinator gabungan dari BIN dan Dinas Kesehatan Tubaba.

Sebelumnya BIN menggelar vaksinasi tahap I di Tubaba pada tanggal 23 September 2021. Sebanyak 7.500 dosis vaksin disediakan bagi pelajar SMA sederajat dan santri Pondok Pesantren di Tubaba.

Kepala dinas Kesehatan Tubaba, Majril, M. Kes mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya menggenjot vaksinasi di wilayah tersebut untuk mencapai target vaksinasi nasional yang ditetapkan pemerintah.

“Sampai saat ini capaian vaksin di Tubaba, baru mencapai 45%. Namun, karena vaksinasi yang terus digencarkan maka PPKM di Tubaba turun ke level 3,” ujarnya.

Ia pun berharap agar kegiatan vaksinasi terus dilakukan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

“Hal ini tentu dengan melakukan koordinasi bersama berbagai pihak, baik TNI, Polri, BIN dan semua pihak yang mendukung Vaksinasi,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini