BIN Gelar Vaksinasi di Tolikara untuk 44 Orang di Tolikara

Baca Juga

MATA INDONESIA, TOLIKARA – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua atau Binda Papua terus berupaya menggelar vaksinasi lanjutan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kegiatan vaksinasi kali ini digelar di Gedung RSUD Lama, Jl. Kogome, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara pada Minggu, 7 November 2021. Untuk melancarkan kegiatan tersebut, Binda Papua bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara.

Wakil Ketua Tim Vaksinator dr. Henrika Pareang mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi kali ini cuma dihadiri oleh 44 orang, dari target awal sebanyak 52 orang.

“Dengan rincian 32 orang vaksin Tahap 1 dan 12 orang vaksin Tahap 2. Sementara itu, 8 orang tertunda karena hasil tensi tinggi dan tidak hadir,” ujarnya.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi antusiasme dari masyarakat setempat yang mau untuk divaksin. Ia menilai kegiatan ini patut dilaksanakan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh melawan virus Covid-19 ini.

“Jika sistem kekebalan tubuh/Herd Immunity untuk melawan virus Covid-19 ini terbentuk, maka kita dapat kembali beraktifitas dengan normal”, katanya.

Kepala Puskesmas Karubaga ini juga mengimbau kepada masyarakat dan pelajar yang sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan. “Tujuannya untuk menjaga diri kita dan keluarga di tengah situasi Pandemi Covid-19,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini