BIN Gelar Vaksinasi di Keerom untuk 126 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, KEEROM – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua atau Binda Papua kembali menggelar kegiatan vaksinasi lanjutan tahap I dan II untuk pelajar dan mahasiswa. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Balai Kp. Intaimelyan Arso IX, Kab. Keerom. Untuk memudahkan kegiatan tersebut, Binda Papua menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Keerom.

Ketua Tim Vaksinasi Lina Imbiri, S.Km mengatakan bahwa dalam kegiatan ini, jumlah masyarakat yang divaksin sebanyak 126 orang dari target 150 orang.

“Dengan rincian tahap I sebanyak 85 orang, tahap II sebanyak 41 orang, tertunda 24 orang karena tidak hadir,” ujarnya, Jumat 8 Oktober 2021.

Ia pun berterimakasih atas partisipasi masyarakat dan pelajar yang hadir mengikuti kegiatan vaksinasi ini.

“Seperti yang kita ketahui bersama, kegiatan vaksinasi Covid-19 merupakan tindak lanjut dari program pemerintah pusat untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan membentuk sistem kekebalan tubuh melawan virus Corona ini,” katanya.

Ia pun berharap agar ke depan, masyarakat makin antusias untuk divaksin. Sebab dengan vaksinasi, akan membentuk sistem kekebalan tubuh melawan virus corona. “Serta menjaga diri kita juga keluarga dari Covid-19,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini