BIN Gelar Vaksinasi 1.650 Orang di Pondok Aren

Baca Juga

MATA INDONESIA, PONDOK AREN – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Banten atau Binda Banten terus berupaya menggenjot capaian program vaksinasi. Kali ini, Binda Banten melakukan vaksinasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Alquraniyyah, Jalan Panti Asuhan RT 03/12, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Kabinda Banten Brigjen TNI Cahyono Cahya Angkasa mengatakan bahwa program vaksinasi ini menyasar 1.650 orang di Pondok Aren.

“Ini adalah vaksin pertama. Santri 1.000 orang dan warga di sekitar pesantren sebanyak 650 orang,” ujarnya, Rabu 29 September 2021.

Selain Tangsel, hari ini Binda Banten juga telah menggelar vaksin kepada lebih dari 5.000 orang se-Banten. “Tapi hari ini kita bisa memvaksin sebanyak 5.650 orang yang tersebar di Kota Tangsel, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon,” katanya.

Ia pun berharap dengan percepatan vaksinasi ini, tahun 2022, pandemi Covid-19 ini bisa menjadi endemi. “Jadi kita hadapi terus, kita lawan Covid-19. Kita sama-sama berjuang, supaya menang,” ujarnya.

Selain itu, pada kesempatan yang sama BIN juga memberikan sejumlah bantuan bagi warga sekitar yang kurang mampu. “Kami berikan secara door to door, pemberian sebanyak 300 paket sembako untuk warga yang tidak mampu,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini