Biden Akan Pimpin AS Lebih Baik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak harapan yang digantungkan kepada Presiden Amerika Serikat terpilih, Joe Biden. Bukan hanya dari warganya, melainkan juga dari sebagian besar negara dan masyarakat di dunia.

Mereka berharap Biden dapat membawa perubahan dan kebijakan yang menguntungkan dua negara. Sementara salah satu negara Timur Tengah yang terletak di Asia Barat Daya, Iran lebih ekstrem.

Sang Presiden, Hassan Rouhani menegaskan bahwa Presiden AS baru harus “menebus dosa” yang telah dilakukan Presiden sebelumnya, Donald Trump. Sebagaimana diketahui, Trump memutuskan untuk menarik AS dari Pakta Nuklir 2015 pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan perekonomian Iran.

Sementara Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengatakan kepada penyiar Deutschlandfunk bahwa tidak semua hal akan berubah di bawah kepemimpinan Presiden AS baru, Joe Biden. Tapi ia percaya, banyak hal akan menjadi lebih baik.

Melansir Reuters, Senin, 9 November 2020, Trump kerap mengeluh lantaran Jerman gagal meningkatkan pengeluaran pertahanan hingga 2% dari output ekonomi seperti yang diamanatkan oleh aliansi militer NATO.

Terkait hal ini, Maas yakin target pengeluaran tidak akan menjadi fokus Biden, seperti yang dilakukan Presiden AS sebelumnya. Sehubungan kerja sama dengan NATO, Koordinator Transatlantik, Peter Beyer mengatakan bahwa kemenangan Biden disambut dengan “hembusan napas lega di seluruh dunia.”

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini