Bicara Politik Bersama Rudi Rohi dan Ahmad Atang dalam Talkshow Teman Cerita Kota Kupang

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Teman Cerita Kota Kupang menggelar Talk show “Bicara Kemerdekaan” jelang HUT RI ke-77 pada Sabtu, 13 Agustus 2022. Kegiatan yang ditayangkan secara live di Facebook ini menghadirkan dua akademisi terkenal di Kota Kupang yaitu Dr. Ahmad Atang, Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kota Kupang dan Dr. Rudi Rohi, Dosen FISIP Undana. Selain itu, turut dihadiri oleh Komunitas Cipayung Plus dan BEM Kota Kupang.

Dr. Rudi Rohi dalam penyampaiannya menyatakan bahwa arus politik sangat kuat sampai pada titik polarisasi tempat tinggal.

“Kalau bicara politik uang dan politik identitas itu bukan hanya di pemilu saja. Politik uang dimulai dari kehidupan birokrasi, kehidupan sehari-hari kita dan dalam proses pembangunan,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa di Kota Kupang ada kampung-kampung yang punya ikatan etnis seperti Kampung Alor, Kampung Sabu, Kampung Solor, Kampung Timor dan Kampung Bajawa.

“Pola pembentukan tempat tinggal di Kota Kupang itu berbasis etnisitas maka jangan heran kemudian ada calon dapil Kota misalnya konsdolidasinya ke sana,” ujarnya.

Sementara Dr. Ahmad Atang menguraikan tentang konsep demokrasi dan ideologi Pancasila. Menurutnya, Indonesia saat ini sedang melakukan poligami ideologi.

“Di satu sisi kita sementara mempraktekkan ideologi Pancasila. Satu sisi lain, kita mempraktekkan ideologi-ideologi lain, maka orang pertanyakan hari ini demokrasi kia ini demokrasi pancasila atau demokrasi liberal?” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi yang mengakomodir semua kepentingan. Sementara, Demokrasi Liberal berkaitan dengan menang dan kalah.

“Yang menang berkuasa, yang kalah jadi pecundang,” ujarnya.

Atang juga menyebut bahwa ciri khas kebudayaan Indonesia adalah budaya gotong royong.

“Sehingga sistem demokrasi Indonesia yang diadopsi dari demokrasi liberal harusnya disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia yaitu gotong royong,” katanya.

Kontributor Kota Kupang: Emanuel Taena

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini