Betapa Takutnya Inggris Jika Harry Kane Tak Ikut 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON  – Timnas Inggris cukup khawatir, striker utama mereka Harry Kane tak ikut serta dalam Euro 2020.

Pasalnya, tukang gedor Tottenham Hotspur itu masih berkutat dengan cedera cukup parah, yakni sobek hamstring pada kaki kirinya. Sementara Inggris masih kesulitan mencari pengganti yang tepat jika Kane tidak ikut.

“Dia tak tergantikan. Ketika Ada menyaksikannya, Anda akan tahu ia tampil baik,” ujar pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate, seperti dikutip dari The Guardian, Selasa 14 Januari 2020.

Sebelumnya, pelatih Spurs, Jose Mourinho menduga Kane tak akan bermain sampai akhir musim. Hal ini jelas mengkhawatirkan karena laga pembuka Euro 2020 melawan Kroasia tinggal menyisakan sekitar 150 hari.

Kane menjadi andalan Inggris dalam menggedor lini pertahanan lawan. Sepanjang penyisihan Euro 2020, striker berusia 26 tahun itu menorehkan 12 gol dalam delapan laga. Sebelumnya, penghargaan Sepatu Emas dalam Piala Dunia 2018 juga diberikan padanya.

Jika Kane gagal memperkuat Inggris, Southgate harus mengandalkan pemain Chelsea Tammy Abraham. Striker 22 tahun itu menarik perhatian fan Inggris usai mencetak gol debutnya saat melawan Montenegro.

Pilihan lainnya pemain Leicester City, Jamie Vardy, yang sudah menunjukkan kualitas sebagai top skorer Liga Primer Inggris dengan 17 gol dalam 20 laga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini