Besok, Pemprov DKI Jakarta Tiadakan Kawasan Khusus Pesepeda

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Jelang pelaksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB total, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meniadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau kawasan khusus pesepeda (KKP) pada Minggu, 13 September 2020.

“Iya benar ditiadakan. 10 KKP atau HBKB di lima Wilayah Kota Jakarta ditiadakan,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Lupito, Sabtu 12 September 2020.

Syafrin menyebut langkah itu dilakukan lantaran kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta. Dalam beberapa hari terakhir kasus Covid-19 di Jakarta mengalami lonjakan cukup tinggi.

Maka itu, masyarakat diharapkan untuk memaklumi. Sehingga, untuk aktivitas berolah raga sementara dilakukan di rumah masing-masing.

“Kami imbau untuk warga yang ingin berolah raga agar tetap menjaga kebugaran dengan berolah raga di rumah masing-masing. Hindari berkumpul atau kongkow-kongkow yang menimbulkan kerumunan,” katanya.

Adapun lokasi Kawasan Khusus Pesepeda yang ditiadakan besok, sebagai berikut:

  1. Jakarta Pusat
    – Jalan Gajah Mada
    – Jalan Hayam Wuruk
    – Jalan Benyamin Sueb
  2. Jakarta Barat
    – Jalan Gajah Mada
    – Jalan Hayam Wuruk
  3. Jakarta Timur
    – Jalan Raden Inten
    – Jalan KBT Sisi Utara
  4. Jakarta Selatan
    – Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari
  5. Jakarta Utara
    – Jalan Danau Sunter Selatan
    – Jalan Benyamin Sueb

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini