Besok IHSG Diramalkan Menguat, Ini Sejumlah Saham yang Boleh Dikoleksi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, 15 Juli 2019.

IHSG menguat 0,70 persen atau naik 44,89 poin ke level 6.418,23. Kenaikan itu ditopang oleh penguatan dari indeks sektor Infrastruktur (+1,64%) dan Industri Dasar (+1,21%).

Dari sisi saham PGAS (+3,45), JSMR (+3,1%), WTON (+6,9%), CPIN (+3,81%) dan JPFA (+3,73%). Saham-saham ini menjadi kontributor utama ditengah optimisasi pembangunan infrastruktur dan spekulasi pengaturan harga ayam yang lebih menguntungkan produsen dan konsumen.

Kepal riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, penyebab lain yang membuat indeks bergerak ke zona hijau di awal pekan ini karena aksi beli bersih investor asing yang mencapai 583,67 miliar rupiah.

Selain itu, dari dalam negeri, pergerakan IHSG turut ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang turun ke level Rp 13.920 per dolar AS atau turun 0,63%. Posisi neraca perdagangan Indonesia pun masih surplus sebesar US$ 200 Juta, meskipun masih dibawah survey.

Sementara dari luar negeri, Rilis Data Ekonomi di Tiongkok juga cukup baik menjadi faktor utama pendorong penguatan IHSG. Data pertumbuhan penjualan ritel naik diatas survey sebesar 9,8 persen pada bulan Juni, Produk Industri naik diatas ekspektasi 6,3 persen pada bulan Juni hingga GDP yang sesuai survey diangka 6,2 persen YoY dan naik 1,6 persen secara tiga bulanan atau kuartal per kuartal.

Harga Minyak mentah West Texas Intermediate juga turun 0,1 persen menjadi US$ 60,16 per barel. Untuk esok hari, 16 Juli 2019, Lanjar memprediksi IHSG akan mengalami konsolidasi atau mencari arah baru menuju penguatan meski terbatas.

IHSG pun akan dipengaruhi oleh penantian akan keputusan penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia dengan spekulasi penurunan 25 basic points (bps) mengikuti penurunan suku bunga AS atau The Fed.

Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG terkonsolidasi bertahan kembali di atas level psikologis 6.400 dan di atas Moving Average 5 hari. Dorongan penguatan cukup berat melihat pergerakan stochastic yang overbought terhambat dead-cross dan Momentum bearish yang terasa pada indikator RSI.

Sehingga Lanjar memperkirakan IHSG akan bergerak terkonsolidasi atau mencoba bertahan di atas level psikologis dengan support dan resistance di kisaran 6.370-6.440.

Ia juga menyertakan sejumlah saham yang boleh dicermati pada perdagangan esok hari di antaranya AALI, INKP, WTON, CPIN, GGRM, HMSP, BBTN, PGAS, JSMR, HRUM, ADHI.

Kepala riset Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya juga punya pendapat yang tak jauh berbeda. Ia memperkirakan laju IHSG dalam beberapa waktu mendatang akan berpeluang naik.

Pergerakan IHSG didorong oleh rilis kinerja emiten selama semester satu yang berpeluang akan memiliki hasil yang cukup menggembirakan. Sehingga ia memperkirakan pada esok nanti, IHSG akan menguat dengan suport dan resistance di kisaran 6.302 – 6.488.

Dari sisi saham, ia menganjurkan agar investor boleh mengoleksi sejumlah saham di esok hari seperti GGRM, TLKM, JSMR, EXCL, PTPP, ADHI, WIKA, WSBP, SRIL dan HMSP. (Krisantus de Rosari Binsasi)

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini