Siap-siap! Polisi Ungkap Kasus Novel Baswedan 17 Juli Nanti

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Lama dinanti, akhirnya polisi akan segera mengumumkan fakta-fakta terbaru dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Rencananya, hasil pengusutan fakta itu akan disampaikan kepada masyarakat pada 17 Juli 2019 mendatang oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyatakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo nantinya akan digelar konferensi pers yang dihadiri tim gabungan pakar, bersama Divhumas dan Kabareskrim.

Tentunya laporan terbaru ini berbeda dari sebelumnya. Dedi bahkan berkata akan ada kemajuan besar dalam kasus ini yang akan diumukan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Polri menyebut temuan menarik kasus teror terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan terkait dengan motif dan bukti. Polri menindaklanjuti temuan dari laporan tim gabungan kasus Novel.

Sebelumnya, polisi sempat diragukan masyarakat akan berhasil mengungkap kasus besar yang misterius tersebut, setelah lebih 800 hari terbengkalai tanpa kejelasan siapa pelaku dan apa motifnya menyerang Novel.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini