Berwisata ke Labuan Bajo Kini Cukup Gunakan Satu Aplikasi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mau pergi ke Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo sekarang tidak ribet lagi, cukup menggunakan aplikasi INISA.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreativ Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sony Zer Libing dalam sebuah wawancara radio, Sabtu 30 Juli 2022.

Aplikasi INISA adalah platform digital yang dibuat oleh PT Digital Pemerintahan Indonesia.

Aplikasi itu untuk pembayaran digital untuk pemesanan tiket ke Taman Nasional Komodo dan destinasi wisata lain di Labuan Bajo.

Hingga saat ini belum ada aplikasi lain yang secara khusus memfasilitasi pariwisata di Labuan Bajo.

Turis mancanegara juga bisa menggunakan aplikasi tersebut untuk bisa berwisata di Labuan Bajo.

Aplikasi itu bisa mengetahui banyak fitur yang disediakan berkaitan wisata di destinasi tersebut mulai dari pembelian tiket, jam kunjungan dan lainnya.

Termasuk juga kontribusi untuk konservasi di Taman Nasional Komodo serta pelayanan mulai dari bandara sampai ke pulau, hingga kembali lagi ke negara masing-masing.

Sony mengungkapkan pengunjung destinasi tersebut akan dibatasi maksimal 200 ribu orang di Pulau Komodo dan 78 ribu orang di Pulau Padar per tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini