Bersiap Sambut Lonjakan Covid-19, Pemkot Depok Tambah Dua Fasilitas Isolasi Terpusat

Baca Juga

MATA INDONESIA, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menambah dua fasilitas isolasi terpusat menghadapi gelombang ketiga pandemi ini.

Fasilitas itu untuk pasien Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dadang Wihana mengatakan saat ini sedang melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat soal penambahan fasilitas isolasi terpadu itu.

“Kami sudah menyampaikan surat kepada gubernur jawa barat untuk bersama-sama dalam rangka penyedian tempat isoter. Pak Gubernur, alhamdulillah sudah merespons,” kata Dadang, Jumat 11 Februari 2022.

Dadang menjelaskan bahwa salah satu tempat isolasi itu, Makara UI, dapat menampung 120-130 pasien Covid-19.

Namun, hingga kini, kata Dadang, Pemkot Depok masih belum dapat memastikan kapan isoter dibuka di Makara UI, sebab masih menunggu informasi dari lembaga itu.

Selain Makara UI, RSUD wilayah timur di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos bakal digunakan untuk menjadi isoter pasien Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini