Berkat MRT Nicholas Dapat Pelajaran Jadi Lelaki dari Ahok

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Nicholas Sean kini bisa mengerti mengapa papanya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersikeras mewujudkan pembangunan MRT. Padahal saat pembangunannya dikeluhkan banyak warga karena menimbulkan kemacetan luar biasa.

Saat itu Nicho menyampaikan keluhan teman-temannya karena kemacetan yang selain diakibatkan pembangunan MRT, juga ada LRT dan beberapa underpass serta flyover yang dibangun bersamaan.

Bukan kemacetan biasa, tetapi sudah dinilai sebagai kemacetan luar biasa. Padahal waktu itu Ahok sedang masuk masa kampanye pemilihan gubernur April 2017.

Kondisi itu menurut Nicho memberi pengaruh negatif terhadap pencalonan ayahnya melawan Anies Baswedan, gubernur yang sekarang. Dia juga sudah mengingatkan Ahok.

Tetapi dia mengingat ayahnya menyatakan semua tetap harus dilakukan apa pun dampaknya kepada kampanye pemilihan gubernur.

Dia ingat ayahnya menegaskan pembangunan sarana transportasi tersebut harus segera selesai demi kepentingan masyarakat. Seperti kita ketahui bersama Ahok harus merelakan kursi gubernur itu kepada lawannya.

“Dari situlah saya belajar, bahwa laki-laki harus mengambil keputusan paling tidak populer sekalipun, walaupun itu harus mengorbankan hal lainnya,” ujar Nicho melalui akun instagramnya, Senin 25 Maret 2019.

Nicho sendiri sudah mencoba moda transportasi impian ayahnya itu. Dia bahkan meminta Ahok harus mencobanya.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini