Berjasa untuk Indonesia, Tiga Warga Yunani Diganjar Penghargaan di HUT Kemerdekaan

Baca Juga

MATA INDONESIA, ATHENA – HUT Kemerdekaan RI ke-74 menjadi hari paling bahagia untuk George Roupas, Jhon Margetis dan Panagis Vourlumis, warga Yunani. Ketiganya mendapatkan penghargaan dari Dubes Indonesia untuk Yunani Ferry Adamhar pada Sabtu 17 Agustus 2019 di Athena.

Menurut Ferry, mereka berjasa pada hubungan kedua negara Indonesia-Yunani. Misalnya Roupas, Ketua dari Organisasi Hellenic Indonesian Friendship Association (Ganesha) ini berkontribusi dalam meningkatkan promosi sosial dan budaya Indonesia kepada masyarakat Yunani.

Sementara Vourloumis, warga Yunani yang berperan di bidang politik antara Indonesia dan Yunani di awal-awal berdirinya Kedutaan Besar Indonesia di Yunani 1993, sebelumnya dirangkap KBRI Beograd, Republik Serbia.

Penghargaan juga diberikan kepada pegawai setempat WN Yunani Jhon Margetis atas dedikasi dan kontribusinya selama mengabdi kepada KBRI Athena lebih dari 20 tahun.

“Pemberian penghargaan sebagai apresiasi dalam peningkatan hubungan Indonesia dan Yunani,” kata Ferry.

Prosesi upacara diakhiri dengan tumpengan oleh Dubes disampaikan kepada Konsul Kehormatan RI di Thessaloniki Dimitris Ramoglou Dimitris Ramoglou, George Roupas, Panagis Vourloumis dan wakil Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia di Yunani (IKKIY).

Pengepungan tumpeng menjadi tradisi dalam kegiatan Upacara HUT Kemerdekaan RI di Yunani setiap tahunnya, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada WN Yunani, dilanjutkan dengan menikmati makanan khas Indonesia seperti bakso, rendang, soto mi, dan es buah.

Meskipun upacara bendera dilaksanakan di tengah di antara hari besar nasional Yunani Dormition of the Holy Virgin 15 Agustus disusul akhir pekan, tidak menyurutkan warga Indonesia datang untuk ikut upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini