Beredar Surat Cegah Anak SMK Ikut Unjuk Rasa 11 April

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi menerbitkan surat edaran yang mencegah siswa SMK diikutsertakan dalam unjuk rasa Senin 11 April 2022.

Surat dengan kop Ditjen Pendidikan Vokasi itu ditandatangani Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Wardani Sugiyanto.

Surat itu ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta serta Banten.

Tujuannya meminta mereka mencegah siswa SMK terprovokasi ikut unjuk rasa tersebut.

“Melakukan upaya pencegahan agar peserta didik SMK tidak ikut serta dalam demonstrasi tersebut,” begitu bunyi salah satu point surat edaran tersebut yang dilihat Minggu 10 April 2022.

Selanjutnya surat tersebut meminta kepala dinas, melakukan koordinasi dengan orang tua peserta didik dan pihak keamanan setempat.

Tujuannya memastikan peserta didik tidak mengikuti demonstrasi itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbudristek Anang Ristanto pun membenarkan adanya surat itu.

Dia mengungkapkan surat itu merupakan bentuk upaya pemerintah menjaga dengan baik anak-anak terhindar dari segala bentuk kekerasan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini