Bencana Banjir Dominasi Awal Tahun 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 197 bencana yang terjadi di Indonesia.

Mayoritas bencana tergolong bencana hidrometeorologi atau disebabkan oleh alam dan bencana banjir masih mendominasi dengan 134 kejadian. Lebih banyak daripada bencana longsor yaitu 31 kejadian dan puting beliung 24 kejadian.

Jika dibandingkan dengan periode pada bulan yang sama yaitu Januari 2020, BNPB mencatat terdapat sekitar 297 bencana. Bencana banjir juga menjadi sorotan terutama di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Namun bencana awal tahun ini dinilai lebih banyak merenggut nyawa dibandingkan bencana di Januari 2020. Bencana di awal 2021 menewaskan 184 orang sementara awal 2020 menewaskan 91 orang.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan skenario terburuk seperti adanya fenomena iklim yang terjadi bersamaan dengan musim hujan. Kondisi ini berdampak pada cuaca di wilayah Indonesia sehingga patut diwaspadai adanya peningkatan potensi bencana hidrometeorologi.

“Sejak Oktober 2020 BMKG memberika peringatan dini potensi terjadinya kondisi ekstrem terkait cuaca akibat adanya berbagau fenomena yang dikhawatirkan akan terjadi bersamaan dengan musim hujan,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

BMKG memperkirakan bahwa potensi cuaca ekstrem dan potensi banjir akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hujan ekstrem bisa berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini