Belum Ada Kepastian Ibadah Haji dari Arab Saudi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hingga kini belum ada kepastian pelaksaan ibadah haji tahun 2021 dari Kerajaan Arab Saudi. Namun, Duta Besar Arab Saudi Esam bin Ahmad bin ‘Abid at Tsaqafi berjanji mengabarkan tata cara ibadah haji tahun ini pada kesempatan pertama.

Alasannya, jemaah Indonesia di tanah suci tersebut adalah yang terbanyak dibandingkan jemaah dari negara-negara dunia.

“Sampai saat ini belum ada informasi resmi dari Kerajaan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji 2021,” Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi usai bertemu Esam bin Ahmad bid ‘Abid at Tsaqafi yang dikutip Rabu 17 Maret 2021.

Menurut Khoirizi, Dubes Saudi berjanji akan segera memberikan informasi terkait penyelenggaraan haji 2021 jika sudah ada keputusan dari Pemerintah Saudi.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi sudah membuka perjalanan Umrah dengan sangat terbatas dan hanya untuk warga Kota Makkah dan sekitarnya karena Pandemi Covid19 masih ada.

Jemaah pun tidak boleh berimipitan lagi sehingga menggambarkan bertapa ketatnya melaksanakan ritual tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini