MATA INDONESIA, JAKARTA-Enam bulan ditinggalkan tanpa penghuninya, banyak gedung dan fasilitas sekolah yang terbengkalai tak terurus lagi. Salah satunya SMA Pangudi Rahayu di Jl. Raya Bogor Km 24.5 Cijantung, Jakarta Timur.
Ketika ditelusuri ke lokasi sekolah, kondisinya sangat kotor sekali. Padahal, masih ada beberapa guru dan satpam yang datang kesekolah tersebut. Pasalnya, sekolah tersebut dijadikan menjadi satu gedung antara SMP, STM dan SMA-nya.
Untuk ruang kelas SMP dan SMA cukup bersih dan masih layak untuk digunakan setiap hari, namun untuk ruang kelas di bagian STM sangat tidak terawat dan kotor.
Salah seorang guru di STM Pangudi Rahayu, Dedi Cancer mengatakan bahwa petugas kebersihan SMP, SMA dan STM memang berbeda orang oleh karena itu ruang kelas dan fasilitas untuk SMP dan SMA berbeda.
“Kalau untuk STM nya memang petugas kebersihannya agak malas jika tidak ada aktifitas yang dilakukan di sekolah maka sekolah tidak dibersihkan, namun berbeda dengan SMA petugas kebersihannya selalu membersihan setiap seminggu 2 sampai 3 kali,’ ujarnya.
Tapi terlihat berbeda sekali dengan kondisi di SMK Bina Taqwa Depok, yang sangat bersih karena dijaga terus selama masa pandemi.
Di temui langsung di SMK Bina Taqwa, Yanto selaku petugas kebersihan menjelaskan bahwa kebersihan sekolah merupakan tanggung jawabnya oleh sebab itu walaupun kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah Yanto tetap bekerja seperti biasa.
“Sekolah selalu saya bersihkan setiap hari, karna guru-guru datang seperti biasa ke sekolah. Selain dibersihkan, pihak sekolah juga melakukan penyemprotan kurang kebih sebulan 3 sampai 4 kali untuk memastikan bahwa sekolah ini terhindar dari virus corona,’ katanya.
Tak hanya di lingkungan sekolah menengah atas saja, kondisi sekolah dasar (SD) juga ikut menjadi sorotan. Salah satunya yang disambangi adalah sekolah dasar Taman Siswa.
Kondisinya sangat terawat sekali, walaupun tidak lagi ada kegiatan siswa di sekolah. Kepala Sekolah SD Taman Siswa, Endah Sri Wening mengatakan, fasilitas sekolah selalu dibersihkan dan dijaga setiap hari karena guru-guru 50 persen datang ke sekolah secara bergantian.
“Kami tetap menjaga standar dan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat mencuci tangan di gerbang masuk sekolah dan melakukan pengecekan suhu pada tamu atau orang yang ingin masuk ke sekolah,” katanya.
Reporter: Anggitasari Prasetyani