Begini Kehebatan Drone CH-4 TNI AU, Bisa Ngebom dari Jarak Puluhan Kilometer

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Alat utama sistem senjata (alutsista) baru yang dipamerkan dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 TNI adalah drone (Chang Hong) CH-4 yang canggih. Bisa menjatuhkan bom dari jarak jauh.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan penerbangan drone ini menjadi pembeda dengan peringatan HUT TNI sebelumnya.

Pesawat tanpa awak buatan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) itu bahkan sudah digunakan dalam latihan gabungan 2019 di pos tinjau T12 Puslatpu Marinir-5 Baluran, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Saat itu, CH-4 dikendalikan dari Surabaya.

Drone itu dituding meniru buatan Amerika Serikat UCAV, MQ-9 Reaper. Keduanya memang dirancang untuk melakukan serangan dengan waktu tempuh berjam-jam sebelum mencapai target. Setidaknya pesawat kendali jarak jauh itu bisa digunakan selama 14 jam.

CH-4 dipasarkan dalam dua varian yaitu CH-4A yang bisa digunakan untuk pengintaian dan CH-4B bisa dilengkapi senjata sehingga sanggup melakukan misi pengintaian serta serangan umum.

Body CH-4 dipenuhi berbagai peralatan optik, avionik, bahan bakar serta mesin. Pesawat itu digerakkan oleh baling-baling tiga bilah di bagian belakang pesawat. Sementara di moncongnya disematkan sensor dengan Infra-Red dan pengintai laser.

Senjata yang bisa diangkut pesawat kendali jarak jauh itu adalah antitank, bom serta rudal. Di tubuhnya memang terdapat alat untuk menggantung bom dan rudal yang berjumlah empat sampai enam buah.

TNI kini memiliki dua skuadron Drone CH-4 yang terdiri enam unit pesawat terbang nirawak. Saat latihan gabungan September lalu, pengendalinya di Surabaya sukses menjalankan misi pengeboman.

Drone itu juga bisa dikendalikan melalui satelit untuk menjangkau jarak yang lebih jauh lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini