Begal Pesepeda Terjadi Lagi, Kali Ini di Kembangan Jakbar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kasus pembegalan terhadap pesepeda kembali terjadi di wilayah ibu kota. Kali ini, seorang pria bernama Hendra Gunawan menjadi korban begal di kawasan Jalan Puri Indah Raya, Kembangan, Jakarta Barat pada Selasa 27 Oktober 2020.

Peristiwa ini terjadi pagi hari, pukul 07.30 WIB. Polisi yang mengetahui peristiwa itu, langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakbar Kompol Teuku Arsya Khadafi menyebut, pihaknya tak butuh waktu lama untuk menemukan barang bukti berupa ponsel iPhone 11, yang didapati berada di selokan, tak jauh dari TKP.

Ia menjelaskan kronologis peristiwa ini. Awalnya, korban dan temannya bersepeda di kawasan tersebut. Kemudian, datanglah komplotan begal secara tiba-tiba mengendarai sepeda motor.

“Salah satu pelaku memegang badan korban, secara reflek korban langsung memegang tangan pelaku sehingga menyebabkan korban tidak seimbang lalu terpental dan jatuh,” kata Arsya dalam keterangan tertulis, Rabu 28 Oktober 2020.

Setelah membegal, pelaku kabur. Sementara korban beristirahat di depan Gerbang Komplek Puri Indah. Pada saat sedang membersihkan luka-luka, temannya merekam dan mengirimkan file rekaman video ke Grup WhatsApp ‘Sepeda’. Tujuannya agar kejadian serupa tak dialami pesepeda lain.

Lalu. Kepolisian menemukan satu unit handphone di dalam selokan saat melakukan penyisiran di lokasi. Arsya mengatakan, ternyata itu adalah milik korban.

“Handphone berjenis iPhone 11 tersebut di ambil dan korban membenarkan bahwa handphone tersebut adalah miliknya,” ujarnya.

Arsya menerangkan, pihaknya mendalami kasus ini melalui kamera pengawas yang terpasang di sekitar lokasi. Meski, hingga saat ini korban belum membuat laporan polisi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini