Beda Pendapat dengan Kepala Mossad, 4 Komandan Putuskan Mengundurkan Diri

Baca Juga

MATA INDONESIA, YERUSALEM – Komandan divisi Mossad yang bertanggung jawab atas operasi khusus dilaporkan mengundurkan diri. Berdasarkan kabar yang beredar, komandan itu memiliki perbedaan pendapat dengan Kepala Mossad, David Barnea.

Komandan tersebut adalah komandan keempat yang mengundurkan diri sejak David Barnea menduduki jabatan Kepala Badan Intelijen Israel itu.

Melansir Channel 13 News, komandan yang diidentifikasi dengan inisial B itu mengundurkan diri setelah Barnea mengatakan kepadanya bahwa ia dan pejabat lainnya telah menjadi “beban bagi organisasi”.

Menurut laporan itu, Barnea ingin membuat perubahan besar pada cara kerja departemen yang dipimpin oleh B. Akibat kesulitan dalam mengoperasikan para agen Israel di luar negeri, dan B tidak mengimplementasikannya seperti yang diminta.

Setelah pertemuan antara keduanya dan pengunduran diri B, wakilnya dan sejumlah agen lain turut mengundurkan diri. Seorang komandan baru selanjutnya mengambil peran tersebut.

B diketahui sebagai pejabat senior Mossad keempat yang mengundurkan diri sejak Barnea menjabat sekitar tujuh bulan lalu. Kepala divisi teknologi, anti-teror, dan Tzomet Mossad juga pergi.

Sebagai catatan, Tzomet adalah divisi yang bertanggung jawab untuk mencari, merekrut, dan menangani agen asing, seperti dilansir Haaretz.com.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Negara Hadir Menjamin Keamanan Jemaah Haji di Tengah Ketegangan Dunia

Oleh: Rian Hakim )*Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidakmengurangi komitmen pemerintah dalam memastikan penyelenggaraanibadah haji 2026 berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruhjemaah Indonesia. Pemerintah terus memperkuat koordinasi denganotoritas Arab Saudi serta menyiapkan berbagai langkah antisipatif agar situasi global tidak mengganggu pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.Fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya pada kelancaranoperasional haji, tetapi juga perlindungan menyeluruh terhadap jemaahsejak keberangkatan hingga kepulangan. Di tengah dinamika konflikinternasional, negara hadir memberikan jaminan keamanan melaluidiplomasi, penguatan sistem perlindungan, hingga peningkatan koordinasilintas lembaga.Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan kondisi keamanan tetap terkendali dan pelaksanaan haji berjalan lancar. Menurutnya, pemerintah Arab...
- Advertisement -

Baca berita yang ini