Bawa 1.000 Dosis, BIN Gelar Vaksinasi di Flores Timur

Baca Juga

MATA INDONESIA, LEWOLEMA – Badan Intelejen Negara (BIN) Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Binda NTT menggelar vaksinasi massal di di Desa Riangkotek, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, Sabtu 4 Desember 2021. Kegiatan ini bersinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur.

Kepala Puskesmas Lewolema Elias Sayang Hala menjelaskan, vaksinasi tersebut menyasar masyarakat umum dengan pemberian 1.000 dosis vaksin jenis AstraZeneca.

“Sasarannya selain masyarakat umum, juga lansia. Tim vaksinatornya adalah tenaga medis dari Puskesmas Lewolema sebanyak 24 orang,” ujarnya, dikutip Minggu 5 Desember 2021.

Elias menambahkan, vaksinasi massal yang diinisiasi Binda NTT tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur guna percepatan pencapaian vaksinasi serta terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok dalam masyarakat.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur dr Ogy Silimalar mengatakan pihaknya atas nama Pemkab Flores Timur mengapresiasi BIN NTT yang telah memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat Lewolema.

“Ini dosis pertama dengan target 1.000 orang,” katanya.

Ogy menjelaskan, saat ini untuk suntikan pertama dari target 203.604 sasaran baru mencapai 90.429.000 atau sekitar 44,33 persen. Sementara untuk suntikan kedua baru mencapai 52.755.000 sasaran atau 25,91 persen.

‘Stok vaksin kita masih mencukupi. Saat ini di Dinas Kesehatan, vaksin jenis AstraZeneca masih sekitar 2.000 vial dengan sasaran 20 ribu orang. Kami optimistis bisa mencapai 70 persen di akhir tahun,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini