Baru Sembuh, Pasien Corona Terinfeksi Lagi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Belum lama dinyatakan sembuh, seorang warga di Chengdu, Cina kembali terinfeksi corona dan harus menjalani perawatan ketat pihak medis.

Informasi dari pusat klinis Chengdu, kasus ini bukan pertama kalinya terjadi. Kasus serupa juga dialami beberapa pasien lain di Cina daratan, yang telah dinyatakan sembuh, namun kembali positif corona.

Sebelumnya, Komisi Kesehatan Nasional negara itu merekomendasikan agar pasien yang dinyatakan pulih untuk terus memantau kondisi mereka selama 14 hari. Selain itu, mereka diwajibkan menggunakan masker dalam aktivitas sehari-hari.

Sebagian warga sudah dilarang untuk beraktivitas di luar rumah, di tengah wabah corona yang hingga kini belum bisa dihentikan.

Hingga Jumat, 21 Februari 2020, pemerintah Cina telah mencatat sebanyak 118 kematian baru, sehingga secara keseluruhan total kematian akibat virus corona atau Covid-19  di wilayah daratan negara itu telah mencapai 2.236 orang.

Beijing juga melaporkan 889 kasus infeksi baru, di mana angka ini meningkat dari 349 kasus pada hari sebelumnya, meski sempat terjadi penurunan dalam tiga hari.

Hingga saat ini, kasus infeksi corona yang dikonfrimasi mencapai 74 ribu. Sebelumnya, ada 16.155 pasien yang terinfeksi virus corona dinyatakan sembuh di daratan Cina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pidato Presiden Prabowo Bawa Arah Baru Ketahanan Energi ASEAN

Oleh: Satrya Dharma KusumaKonflik geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah telah menjadi alarm keras bagibanyak negara, termasuk kawasan Asia Tenggara. Ketidakstabilan global tidak lagihanya berdampak pada sektor keamanan, tetapi juga mulai mengancam rantai pasokenergi dan pangan dunia. Dalam situasi itulah, Indonesia tampil mengambil peransentral di ASEAN melalui sikap dan gagasan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada rangkaian KTT BIMP-EAGA dan KTT ASEAN di Cebu, Filipina.Pidato Presiden Prabowo memperlihatkan perubahan penting dalam orientasi diplomasiIndonesia. Ketahanan energi tidak lagi dipandang sebagai isu teknokratis jangkapanjang, melainkan persoalan strategis yang mendesak dan berkaitan langsungdengan stabilitas kawasan. Presiden menilai tekanan geopolitik global telahmenciptakan risiko nyata terhadap keamanan energi ASEAN sehingga kawasan tidakbisa lagi bergantung pada pola lama yang reaktif dan parsial.Dalam forum BIMP-EAGA, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN sebenarnyamemiliki modal besar untuk menjadi pusat energi bersih dunia. Kawasan Asia Tenggara memiliki sumber daya alam melimpah mulai dari tenaga air, energi surya, hingga energiangin yang tersebar di berbagai wilayah strategis. Namun menurutnya, tantanganterbesar bukan terletak pada ketersediaan potensi, melainkan keberanian politiknegara-negara ASEAN untuk bergerak lebih cepat dan lebih terintegrasi.Pandangan tersebut menunjukkan bagaimana Indonesia mulai memosisikan dirisebagai penggerak utama transisi energi kawasan. Indonesia tidak sekadarmengingatkan ancaman krisis energi akibat konflik global, tetapi juga menawarkan arahsolusi konkret melalui pembangunan energi terbarukan lintas negara.Presiden Prabowo bahkan menyoroti pentingnya percepatan proyek-proyek strategisregional seperti pengembangan tenaga air di Kalimantan, ekspansi energi surya, sertapemanfaatan energi angin di wilayah pesisir ASEAN. Di saat bersamaan, Indonesia memperlihatkan keseriusannya dengan mempercepat pembangunan pembangkittenaga surya berskala besar hingga mencapai target 100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini