Baru Masukkan Berkas, Ketua Tim Hukum BPN Sudah ‘Suudzon’ kepada MK

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Belum lagi dimulai tahapan-tahapan sidang sengketa Pilpres 2019, Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto, sudah menunjukkan sikap penuh kecurigaan terhadap Mahkamah Konstitusi (MK).

“Mudah-mudahan MK bisa menempatkan dirinya sebagai bagian penting dimana kejujuran dan keadilan harus jadi watak kekuasaan. Bukan justru menjadi bagian dari sikap rezim yang korup,” kata Bambang saat mendaftar sengketa pemilu di MK, Jumat 24 Mei 2019.

Ia meminta MK benar-benar menangani perkara pemilu yang diajukan pihaknya secara jujur dan adil, serta mengajak masyarakat mengawal seluruh proses tersebut.

“Marilah kita memperhatikan dengan sungguh sungguh proses sengketa Pemilihan Umum yang berkaitan dengan capres dan wapres ini,” ujar Bambang.

Saat pendaftaran gugatan, Bambang ditemani Direktur Komunikasi dan Media BPN Hashim Djojohadikusumo dan Tim Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana. Prabowo maupun Sandiaga tidak ikut. Bambang menuturkan, Prabowo diagendakan akan menghadiri sidang perdana nanti.

Selain bersikap ‘suudzon’, Bambang sempat menyoroti pengamanan di sekitaran gedung MK. Dia berharap selama proses persidangan nanti, tidak ada lagi blokade sejumlah jalan yang mengarah ke MK.

“Sehingga access to justice jangan dihambat justru di ruang-ruang di luar MK ini,” kata Bambang. 

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini