Baru Masukkan Berkas, Ketua Tim Hukum BPN Sudah ‘Suudzon’ kepada MK

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Belum lagi dimulai tahapan-tahapan sidang sengketa Pilpres 2019, Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto, sudah menunjukkan sikap penuh kecurigaan terhadap Mahkamah Konstitusi (MK).

“Mudah-mudahan MK bisa menempatkan dirinya sebagai bagian penting dimana kejujuran dan keadilan harus jadi watak kekuasaan. Bukan justru menjadi bagian dari sikap rezim yang korup,” kata Bambang saat mendaftar sengketa pemilu di MK, Jumat 24 Mei 2019.

Ia meminta MK benar-benar menangani perkara pemilu yang diajukan pihaknya secara jujur dan adil, serta mengajak masyarakat mengawal seluruh proses tersebut.

“Marilah kita memperhatikan dengan sungguh sungguh proses sengketa Pemilihan Umum yang berkaitan dengan capres dan wapres ini,” ujar Bambang.

Saat pendaftaran gugatan, Bambang ditemani Direktur Komunikasi dan Media BPN Hashim Djojohadikusumo dan Tim Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana. Prabowo maupun Sandiaga tidak ikut. Bambang menuturkan, Prabowo diagendakan akan menghadiri sidang perdana nanti.

Selain bersikap ‘suudzon’, Bambang sempat menyoroti pengamanan di sekitaran gedung MK. Dia berharap selama proses persidangan nanti, tidak ada lagi blokade sejumlah jalan yang mengarah ke MK.

“Sehingga access to justice jangan dihambat justru di ruang-ruang di luar MK ini,” kata Bambang. 

Berita Terbaru

Arah Baru Ekonomi Nasional Menguat Usai PidatoPresiden di DPR

Oleh: Dalia Kinanti )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 menjadi penanda penting arah barupembangunan ekonomi nasional. Kehadiran langsung Presiden untuk memaparkan kebijakan ekonomi dan fiskal memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjawab tantanganglobal sekaligus memperkuat optimisme terhadap masa depan ekonomiIndonesia.Pemerintah Indonesia memandang situasi ekonomi global yang dipenuhiketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, dan tekanan terhadapnilai tukar sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Karena itu, Presiden Prabowo memilih menyampaikan langsungarah kebijakan ekonomi nasional agar publik memperoleh kepastianmengenai strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.Presiden Prabowo Subianto menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomiIndonesia selama tujuh tahun terakhir memang menunjukkanperkembangan positif. Namun, Presiden juga mengingatkan masih adanya persoalanmeningkatnya jumlah masyarakat miskin dan rentan miskin sertamenurunnya kelas menengah dalam periode yang sama. Kondisi tersebutdinilai menjadi tanda bahwa arah pembangunan ekonomi perlu diperbaikiagar hasil pertumbuhan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.Pemerintah menilai pembangunan ekonomi tidak cukup hanya mengejarpertumbuhan angka makro. Pemerintah ingin memastikan pertumbuhanekonomi mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat dayabeli masyarakat, dan memperluas kesempatan ekonomi bagi seluruhlapisan masyarakat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti rendahnya rasio penerimaannegara terhadap produk domestik bruto dibandingkan sejumlah negara berkembang lain seperti India, Filipina, dan Meksiko. Pemerintahmemandang kondisi tersebut perlu dibenahi karena berdampak terhadapkemampuan negara dalam membiayai pembangunan nasional dan memperluas program kesejahteraan masyarakat.Pemerintah Indonesia menegaskan pembenahan tata kelola ekonomiharus dilakukan secara menyeluruh. Presiden Prabowo mengungkapadanya praktik oknum pelaku usaha yang tidak melaporkan keuntungansecara faktual dan memindahkan perusahaan ke luar negeri demi memperoleh keuntungan lebih besar. Pemerintah menilai praktik tersebutmenghambat optimalisasi penerimaan negara dan mengurangi manfaatekonomi bagi rakyat.Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti posisi Indonesia sebagaiprodusen utama sejumlah komoditas dunia yang belum sepenuhnyamemiliki kendali terhadap penentuan harga ekspor. Pemerintah menilaikondisi itu menjadi alasan penting untuk memperkuat hilirisasi industri, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, dan memperkuatkemandirian ekonomi nasional.Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomitetap berpedoman pada Pasal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini