Bantah AS, LAPAN: Jabodetabek Aman dari Cuaca Buruk dan Banjir Hari Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beberapa hari terakhir ini masyarakat DKI Jakarta dibuat resah akibat munculnya peringatan akan adanya cuaca buruk, bahkan terjangan banjir. Namun isu tersebut langsung dibantah oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Menurut Ketua LAPAN Thomas Djamaludin, Minggu 12 Januari 2020, wilayah Jabodetabek tidak akan mengalami cuaca buruk, apalagi banjir. Hal itu didasarkan pada perkiraan cuaca LAPAN.

“Tgl 12 Jan terlanjur diviralkan seolah banjir akan berulang di Jakarta. Menurut prakiraan Sadewa LAPAN, insya Allah besok Jabodetabek aman. Silakan periksa prakiraan yg di-update setiap 6 jam di situs LAPAN https://sadewa.sains.lapan.go.id,” kata Thomas seperti dikutip dalam akun instagramnya, t_djamal, Minggu 12 Januari 2020.

Sementara dalam situs SADEWA LAPAN (Satellite-based Disaster Early Warning System) https://sadewa.sains.lapan.go.id/, disampaikan perkiraan cuaca pada hari ini, tidak ada keterangan wilayah Jabodetabek akan mengalami hujan. Malah hujan akan terjadi di wilayah Pantai Utara Jayapura, wilayah Barat Sulawesi Selatan dan hujan dengan kategori lebat terjadi di Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

Sebelumnya, perkiraan cuaca buruk yang akan menerjang wilayah Jakarta salah satunya disampaikan oleh Kedutaan Amerika Serikat untuk Indonesia. Kedutaan AS mengeluarkan peringatan cuaca buruk bagi warga negaranya yang sedang atau hendak berkunjung ke Indonesia.

Dalam laman resminya, Kedutaan AS menyebut, cuaca buruk diprediksi akan melanda Jakarta hingga 12 Januari 2020 mendatang. Selain itu, pihak Kedutaan AS juga meminta warganya yang sedang berada di Jakarta dan sekitarnya untuk mengantisipasi kemungkinan banjir, tanah longsor, pemadaman listrik, hingga sulitnya akses menuju beberapa lokasi.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini