Ban Pecah, Tiga Orang Dipastikan Tewas di Tol Jagorawi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kecelakaan di jalan tol yang memakan korban jiwa terjadi lagi. Kali ini, kecelakaan terjadi di Jalan Tol Jagorawi, pagi ini Minggu 15 September 2019 pukul 08.30 WIB.

Kabar ini dibenarkan oleh PT Jasa Marga (Persero), yang menyebut tiga orang tewas akibat kecelakaan tersebut. Sementara penyebabnya, sementara ini disebut adalah karena pecah ban belakang mobil.

Menurut pengakuan salah satu petinggi Jasa Marga, Irra Susiyanti, akibat kecelakaan tersebut, tiga korban tewas. Ia memastikan bahwa insiden itu merupakan kecelakaan tunggal.

“Tiga korban jiwa dan langsung dilarikan ke RSUD Ciawi. Korban luka dibawa ke RS EMC Sentul dan RS Bina Husada Cibinong,” ujar Irra, Minggu 15 September 2019.

Kecelakaan tunggal itu dialami kendaraan AVP dengan nomor polisi F 1196 DH di Tol Jagorawi kilometer 36+600 arah Bogor. Penyebab utama kecelakaan adalah pecah ban belakang, sehingga kendaraan oleng dan terguling.

Hingga kini, kecelakaan itu masih ditangani pihak kepolisian. Sementara lalu lintas kendaraan di lokasi kejadian dipastikan lancar dan sudah dibersihkan.

Berita Terbaru

Mengawal Reformasi dengan Solusi Lebih Penting daripada Narasi Krisis

Oleh: Rian Suryono )*Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi bangsa saat ini. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mengedepankan solusi konkret jauh lebih penting dibanding membangunnarasi krisis yang berpotensi memperlemah optimisme publik.Tantangan ekonomi nasional memang menjadi perhatian banyak pihak. Perlambatan ekonomi global, ketidakpastian pasar internasional, dan perubahan dinamika geopolitik dunia memberikan tekanan terhadapberbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntutpemerintah untuk bekerja lebih keras sekaligus lebih cermat dalammenyusun kebijakan.Pemerintah melalui Istana Kepresidenan menunjukkan sikap terbukaterhadap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Respons yang diberikan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup ruang dialog dan tetap menghargai masukan dari berbagai kelompok, termasukmahasiswa.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tuntutanyang disampaikan mahasiswa diterima sebagai masukan yang berhargabagi pemerintah. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomimemiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga tidak dapatdiselesaikan secara instan dalam tenggat waktu tertentu.Penjelasan Prasetyo menunjukkan bahwa pengelolaan ekonomi nasionalmemerlukan proses...
- Advertisement -

Baca berita yang ini