Bagaimana Kondisi Kiper Timnas Indonesia U-20 yang Dilarikan ke Rumah Sakit?

Baca Juga

MATA INDONESIA, SURABAYA – Kiper Timnas Indonesia U-20, Cahya Supriadi sempat dilarikan ke rumah sakit saat pertandingan melawan Hong Kong. Syukur, kondisi kiper Persija Jakarta itu tidak mengkhawatirkan.

Cahya sempat berbenturan dengan rekan setimnya, Beri Santoso, ketika berusaha mengamankan gawangnya dari serangan lawan. Sempat mendapat penanganan medis di lapangan, Cahya akhirnya dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans.

Pelatih Shin Tae-yong nengatakan, kondisi Cahya baik-baik saja. Dia tidak mengalami cedera yang parah.

“Sudah video call, Cahya tidak ada masalah. Saya tak tahu juga di rumah sakit mana (dirawat). Terakhir sedang proses keluar dari rumah sakit, artinya tidak ada masalah,” ujar Shin Tae-yong.

Kondisi Cahya juga diungkapkan dokter Timnas Indonesia, Syarif Alwi. Video itu diungkap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

“Kami berada di rumah sakit Mitra Keluarga, di mana penjaga gawang, anak kita Cahya, langsung ditangani, dilakukan pemeriksaan langsung, langsung dengan dokter spesialis bedah syaraf,” ujar Alwi.

“Hasilnya, baik pemeriksaan foto rontgen dan CT Scan dalam keadaan baik semua. “Terima kasih, mudah-mudahan anak kita setelah observasi 1 x 24 jam tidak punya kelainan, maka akan dikembalikan pulang kembali. Mohon doa masyarakat agar anak kita, Cahya Supriadi, bisa tertangani dengan baik. Terima kasih,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini