Awal Agustus, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan akan mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Kamis, 1 Agustus 2019.

Sebagai perbandingan, pada akhir perdagangan Rabu 31 Juli 2019 kemarin, IHSG menguat atau naik 0,21 persen ke level 6.390,51.

Kepala riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan bahwa pergerakan IHSG untuk hari Kamis akan dipengaruhi oleh sikap investor yang mencoba merefleksikan stok persediaan minyak Amerika Serikat (AS), hasil pertemuan FOMC dan tanggapan The Fed pada kondisi ekonomi di sana.

Sentimen lainnya datang dari Asia, di mana akan ada rilis data survey Caixin Manufaktur indeks dengan ekspektasi positif serta keputusan Bank of Japan pada stimulus moneter.

“Dari dalam negeri, Indonesia akan merilis data indeks kinerja manufaktur atau indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) dengan ekspektasi turun menjadi 50,1 dan inflasi secara tahunan dengan ekspektasi naik 3,4 persen,” ujarnya, Rabu 31 Juli 2019 sore.

Sementara dari sisi teknikal, Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG mencoba break out resistance (keluar atau berada di atas) MA20 (level harga rata-rata 20 hari terakhir) sebagai konfirmasi kuat di atas level psikologis 6.400.

Selain itu, indikator Stochastic (indikator untuk mengukur pergerakan harga naik atau turun) mengkonfirmasi golden-cross (kondisi pasar sedang dalam trend naik) dengan pergerakan yang agresif dengan momentum RSI (indikator untuk ukur kecepatan perubahan harga) yang terlihat sedikit kehilangan momentum pada middle oscillator (pergerakan harga menengah). (Krisantus de Rosari Binsasi)

Berita Terbaru

Perjuangkan Kesejahteraan Buruh dan Petani, Dani Eko Wiyono Siap Maju Calon Bupati Sleman Melalui Jalur Independen

Mata Indonesia, Sleman - Alumni aktivis 98 sekaligus aktivis yang selalu menyuarakan aspirasi buruh/pekerja Daerah Istimewa Yogyakarta, Dani Eko Wiyono ST. MT ini bertekad maju bakal calon bupati Sleman dalam Pilkada Sleman nanti. Dani menilai, hingga saat ini, mayoritas kehidupan buruh masih sangat jauh dari kata sejahtera. Buruh masih dianggap hanya sebagai tulang punggung ekonomi bangsa tanpa diperjuangkan nasib hidupnya.
- Advertisement -

Baca berita yang ini