Auto Sedih! Ini Pengakuan Kakak Korban Pengguna Grabwheels yang Tewas Ditabrak Pengemudi Mabuk

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Dua orang pengguna Grabwheels yakni Wisnu (18) dan Ammar (18) meninggal dunia akibat ditabrak oleh sebuah mobil pada Minggu 10 November 2019 dini hari di kawasan FX Sudirman.

Dalam kejadian itu menimpa empat pengendara lainna yakni Fajar Wicaksono, Bagus, Wulan, dan Wanda, namun mereka hanya mengalami luka-luka.

Alan Darmasaputra yang merupakan kakak dari Ammar melalui akun twitternya, menceritakan kronologi kejadian yang menyebabkan sang adik, meninggal dunia.

“Kejadiannya sekitar dini hari, adik gw dan empat temannya lagi main grabwheels sekitaran belakang FX. Ambil jalurnya pun di jalur kiri, tiba-tiba dari arah belakang mobil ngebut dan nabrak beruntun semuanya, 2 korban jiwa,1 luka berat dan 2 luka ringan,” cuitnya melalui akun @alandarma_s.

Kejadian itu membuat sang adik mengalami pendarahan otak dan dan trauma dibagian dada. Tak hanya itu, satu korban meninggal lainnya, Wisnu, juga mengalami pendarahan dan pembengkakan otak.

Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit Dr Mintohardjo, namun naas setelah dirawat dengan keadaan kritis di ruang ICU Ammar dan Wisnu dinyatakan meninggal dunia.

Seorang kakak dari pengguna Grabwheels lainnya juga turut mengkonfirmasi kebenaran kejadian itu. Reni Sadono melalui akun twitternya, mengatakan adiknya yang bernama Ajay juga menjadi salah satu korbannya.

Beruntung Ajay hanya mengalami luka ringan lantaran sempat menghindari tabrakan tersebut, namun ia dikabarkan mengalami trauma.

“Adek gue masih belum bisa ngomong, dia shock dan trauma parah sih, nangis semaleman. Senin pagi adek gue bru bisa cerita,” kata akun @renimrdk.

Dalam cuitannya, ia mengatakan Pelaku mengendarai kendaraan dalam keaadan positif meminum alkohol (mabuk).

Kini pelaku sudah berhasil diamankan pihak berwajib. Lantaran, saat kejadian plat nomor mobil tersebut sempat terjatuh di TKP kemudian dilacak oleh polisi. (Hutri Dirga)

Berita Terbaru

Mendukung Disiplin Operasional Demi Integritas MBG

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen negara dalam membangun generasi sehat dan unggul tidak hanya diwujudkan melaluikebijakan besar, tetapi juga melalui disiplin operasional di lapangan. Inilah yang kini ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatanpengawasan dan penegakan aturan menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap proses berjalan sesuaistandar, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anak-anak Indonesia sebagai penerima manfaatutama. Salah satu fokus utama BGN adalah penegakan disiplin penggunaan mobil operasional Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut secara tegas dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti berbelanja atau urusan lain di luar distribusi MBG. Mobil operasional merupakan bagian vital darirantai distribusi makanan bergizi. Penyimpangan sekecil apa pun berpotensi mengganggu efektivitas dan kredibilitas program. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, PengawasKeuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya, menegaskan pentingnya penggunaan kendaraan sesuaiperuntukannya. Ketegasan BGN bukan sekadar imbauan administratif. Nanik yang juga membidangiKomunikasi Publik dan Investigasi menegaskan sanksi tegas bagi Kepala SPPG yang terbukti melanggaraturan. Ancaman sanksi ini mencerminkan keseriusan BGN dalam menjaga marwah program strategisnasional. MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi negara terhadap kualitas sumberdaya manusia. Karena itu, integritas pelaksanaannya tidak boleh ditawar. BGN juga menekankan pentingnya independensi Kepala SPPG. Mereka diminta menolak tegas jika adamitra atau pemasok yang mencoba memanfaatkan kendaraan operasional untuk kepentingan di luardistribusi MBG. BGN menegaskan bahwa pemasok wajib menyediakan kendaraan sendiri untukmengangkut bahan pangan ke dapur SPPG. Ketegasan ini bertujuan menghindari konflik kepentingan dan memastikan tidak ada celah penyimpangan dalam rantai logistik. Dengan menjaga independensi, Kepala SPPG dapat fokus pada misi utama: memastikan makanan bergizisampai tepat waktu dan dalam kondisi aman kepada anak-anak penerima manfaat. Disiplin operasionalbukan sekadar soal aturan teknis, tetapi bagian dari etika pelayanan publik yang mengutamakankepentingan masyarakat. Selain kendaraan operasional, BGN memberi perhatian besar pada pengawasan bahan baku pangan. Proses penerimaan bahan baku di dapur SPPG dinilai sebagai titik krusial dalam menjaga keamananpangan. Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini