Auto Ngakak, Niat Dapat Untung Pencuri Ini Jual Motor Curian ke Pemiliknya

Baca Juga

MATA INDONESIA, LAMONGAN – Kejadian yang melegakan Dewi Lorowati (35) warga asal Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Senin 9 Desember 2019 membuat kita yang membaca kisahnya pasti tertawa terbahak.

Bagaimana tidak? Awalnya Dewi sangat shock ketika mendapati sepeda motor Honda Scoopy W 2328 BI miliknya raib hanya karena ditinggal kurang dari lima menitan. Memang yang membuat motor itu jadi incaran pencuri karena kunci kontaknya tidak dicabut sewaktu ditinggal di depan sebuah warung.

Tetapi memang masih rezekinya, Dewi pun sontak bersorak ketika mendapati sepeda motornya itu beberapa hari kemudian dijual melalui media online dengan metode pembayaran COD atau cash on delivery alias pembeli bawa uang, motor langsung angkut.

Setelah menyepakati harga di angka Rp 7,9 juta melalui transaksi online, dia menghubungi polisi.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Desa Sendang Agung, Kecamatan Panciran, Lamongan.

“Tersangka dan barang bukti satu unit motor milik korban dibawa Mapolsek Wringinanom untuk penyelidikan,” ujar Kapolsek Wringinanom AKP Faref Yusuf, Senin 9 Desember 2019.

Setelah dilakukan penyelidikan, Faref Yusuf mengungkapkan ternyata pencuri sepeda motor milik Dewi adalah sebuah sindikat. Maka, polisi pun meringkus sejumlah orang lagi termasuk penadahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini