MATA INDONESIA,CANBERRA – Pemerintah baru Australia ingin mengubah negaranya menjadi republik pasca meninggalnya Ratu Elizabeth II. Meninggalnya Ratu Elizabeth di usia 96 tahun menyisakan kesedihan pada warga Australia.
Berakhirnya pemerintahan Ratu Elizabeth otomatis memberikan Charles kesempatan untuk memimpin Kerajaan Inggris dan negara-negara persemakmuran Inggris.
Melansir dari The Guardian, Perdana Menteri Anthony Albanese, mengatakan “Ratu Elizabeth memerintah selama 70 tahun,di era perubahan besar. Dia adalah kehadiran yang konstan dan meyakinkan dengan belas kasihnya,kesopanannya,komitmennya untuk melayani.”
Akan ada beberapa langkah terbaru Australia dalam rangka transisinya menuju republik. Mulai dari pengubahan mata uang,paspor baru, dan hari libur nasional.
Lagu God Save the Queen adalah lagu kebangsaan Australia hingga tahun 1984. Lagu tersebut saat ini juga akan berubah menjadi God Save the King. Namun akhir-akhir ini lagu tersebut jarang dinyanyikan di Australia.
Saat ini secara politik, Australia sedang sibuk membentuk suara pribumi Australia di parlemen. Ini merupakan inovasi demokratis yang tentunya akan membutuhkan perubahan konstitusional.
Hubungan penduduk asli Australia dengan ratu dan pangeran sangatlah kompleks. Beberapa orang mengingat Elizabeth dengan penuh kasih. Namun bagi warga lain Elizabeth terkenang sebagai wujud imperialisme yang telah merampas tanah rakyat di Australia.
Akademisi Wiradjuri Prof Sandy O’Sullivan,dari Macquarie University,menulis “Bagi mereka yang mengatakan bahwa kita harus bermurah hati tentang meninggalnya ratu,sebuah pengingat bahwa ratu memasukkan dirinya ke dalam kehidupan orang-orang pribumi di sini beberapa kali. Dia bukan pengamat efek penjajahan dan kolonialisme, dia adalah arsiteknya,” dilansir dari The Guardian.
Pemerintah Australia telah bersiap untuk mengadakan referendum untuk membahas masa depan Australia. Apakah Australia harus menjadi republik dan membuang hubungannya dengan monarki Inggris.
Kematian Elizabeth II menghidupkan kembali perdebatan mengenai sistem pemerintahan tersebut. Ini juga menjadi sebuah pertanda bahwa pembahasan mengenai hal tersebut akan menjadi lebih intens.